Ucapan Duka Tokoh Lampung Atas Kepergian Yusuf Djaiz


ANGGOTA DPR Almuzzammil Yusuf (berdiri dekat pintu), anak almarhum Yusuf Djaiz, menyambut para pelayat di rumah duka, Kurungan Nyawa, Pesawaran, Jumat siang, 6/4/2018. | Fadiansyah AN/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sejumlah tokoh menyampaikan ucapan duka atas kepergian Yusuf Djaiz, tokoh senior Partai Golkar Lampung. Pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandar Lampung itu tutup usia di Rumah Sakit Bumi Waras, Bandar Lampung, Kamis, 5/4/2018, sekira pukul 19.35 wib.

Yusuf, ayah dari anggota DPR Almuzzammil Yusuf, dikenal sebagai “mahaguru” banyak aktivis dan politikus Lampung. Bagi aktivis dan alumnus HMI di Lampung, Yusuf tak ubahnya guru besar yang sudah mencetak begitu banya sosok penting di Bumi Ruwa Jurai, bahkan Indonesia. Salah satu “muridnya” adalah Prof Dr Ir Muhajir Utomo, mantan Rektor Universitas Lampung (Unila) dua periode.

Berikut ucapan duka sejumlah tokoh atas kepergian Yusuf:

Dr Yoke Muelgini, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unila

Saya turut mengalami, merasakan, dan mengetahui komitmen dan dedikasi almarhum dalam pengembangan HMI sebagai organisasi kader ketika menjadi anggota dan pengurus HMI Cabang Tanjungkarang selama periode 1980-1983. Saat itu, Ahmad Syatibi (almarhum), Munjidi Asmarantaka, Fahruddin, Yuswandi AT, Arinal Djunaidi) menjadi Ketua Umum HMI Cabang Lampung. Tanpa peran almahum bersama Subki E Harun dan lain-lain, saya berpendapat bahwa HMI Cabang Tanjungkarang (sekarang Bandar Lampung) ketika itu tidak akan dapat berkiprah sebagaimana yang telah terjadi (sebagai sejarah) sampai kini.

Semoga amal ibadah almarhum diterima Allah SWT. Aamiinn ya Rabbalalamin.

Topan Indra Karsa, Dekan Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang

Sosok beliau cukup punya makna dalam kehidupan saya di organisasi kemasyarakatan dan dunia politik pada 1999. Berkat obrolan dan arahan serta komitmen beliau untuk membina adik-adik agar lebih maju lagi. Itu saya rasakan saat detik-detik terakhir penyusunan komposisi kepengurusan Partai Golkar Kabupaten Lampung Selatan.

Waktu itu, beliau menjadi Korwil Golkar Lampung Selatan. Beliau cukup keras memperjuangkan saya untuk tetap berada dalam kepengurusan. Alhasil, saya duduk sebagai Wakil Bendahara Golkar Lampung Selatan yang diketuai Sumadi (alm) dan Sekretaris Bastian.

Jabatan itu mengantarkan saya jadi anggota DPRD Lampung Selatan Periode 2004-2009. Beliau selalu membimbing saya. Selaku senior pimpinan dan orang tua bagi saya, cuma satu yang bisa saya ucap, khusnul khotimah tempat beliau di alam baka. Amin.(*)

Baca juga Jasad Yusuf Djaiz “Mahaguru” Politikus Lampung Dimakamkan Usai Salat Jumat


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …