Nilai Tukar Petani Lampung Turun 0,27%


Petani | ilustrasi/ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung menyatakan, Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Lampung secara gabungan turun sebesar 0,27%. Penurunan tersebut karena kenaikan maupun penurunan beberapa subsektor.

Laman BPS Lampung yang dikutip pada Jumat, 6/4/2018, melaporkan, subsektor pertanian tanaman pangan naik 0,05%; subsektor tanaman hortikultura naik sebesar 0,62%; subsektor tanaman perkebunan rakyat turun 1,06%. Kemudian, subsektor peternakan turun 0,29%; subsektor perikanan tangkap naik 1,35%; dan subsektor perikanan budi daya turun sebesar 0,15%.

Menurut BPS, pada Maret 2018, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, antara lain komoditas subsektor tanaman pangan, subsektor hortikultura, dan subsektor perikanan tangkap, seperti komoditas ketela pohon/ubi kayu, cabai merah, dan beberapa jenis ikan tangkap. Sedangkan subsektor perkebunan, peternakan, dan perikanan budi daya mengalami penurunan harga, di antaranya komoditas lada, unggas, telur ayam ras, dan beberapa jenis ikan budi daya.

Dari 33 provinsi yang diamati perkembangan harganya pada Maret 2018, kenaikan NTP tertinggi terjadi di Provinsi Sulawesi Barat dengan peningkatan sebesar 1,81%. Sedangkan penurunan NTP di Provinsi Kepulauan Riau sekitar 1,50%.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Harga Cabai Mahal, Konsumen di Bandar Lampung Kurangi Pembelian

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Harga cabai di pasaran kembali naik. Cabai merah yang semula Rp60 ribu kini …