Makerel Bercacing, Penjualan Sarden Kaleng di Bandar Lampung Ikut Turun 50%


TOKO Surya di Jalan Hayam Wuruk, Kota Bandar Lampung, tetap menjual ikan mekerel kalengan, Selasa, 3/4/2018. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Penemuan makerel kaleng bercacing memengaruhi penjualan sarden kaleng. Sejumlah toko di Kota Bandar Lampung menyatakan bahwa penjualan sarden kaleng ikut turun hingga 50%. Padahal, makerel dan sarden merupakan jenis ikan yang berbeda.

“Wah turun banget penjualannya. Sekitar dua pekan terakhir ini penurunannya sampai 50%. Padahal, yang dinyatakan mengandung cacing itu produk ikan makarel. Tapi, dampaknya ke semua produk ikan kaleng, termasuk sarden,” kata Dwi Purwati, karyawan Toko Surya di Jalan Hayam Wuruk, Selasa, 3/4/2018.

Dia mengatakan, pakar standarisasi mutu produk perikanan telah memastikan bahwa cacing anisakis tidak memiliki dampak gangguan kesehatan bagi konsumen. Namun, stigma buruk produk ikan kalengan terlanjur melekat di masyarakat.

“Memang ada produk yang positif ditarik BPOM dari pasaran, dan kami memang tidak jual produk-produk itu. Kemarin, ada sidak dari BPOM, dan kami aman karena memang tak ada produk tersebut di sini,” ujarnya.

Pantauan duajurai.co, selain Toko Surya, hal serupa juga terjadi di sejumlah toko. Misalnya, toko di Jalan Putri Balau, Kedamaian. Di sana penjualan sarden kaleng juga turut turun. Begitu juga dengan salah satu toko di Jalan Pangeran Tirtayasa, Sukabumi. “Sejak ada berita itu, enggak ada lagi yang beli sarden kaleng di warung saya. Padahal, yang saya jual ini sarden merek terkenal,” kata Parwati (36), pemilik warung.

Sebelumnya, publik dikejutkan dengan temuan cacing mati di produk ikan makarel dalam kemasan. Hal ini diawali dari sebuah video penemuan cacing dalam produk ikan kaleng tersebut di Kepulauan Riau. Video tersebut dengan cepat menjadi viral dan meresahkan masyarakat. Melihat keresahan masyarakat ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (Badan POM RI) turun tangan.

Badan POM RI menguji 541 sampel ikan makarel dalam kemasan yang terdiri dari 66 merek yang diperjualbelikan di Indonesia. Langkah tersebut menghasilkan temuan adanya 27 merek yang dipasarkan di Indonesia positif bercacing. Temuan tersebut mau tak mau membuat masyarakat meningkatkan kewaspadaan, termasuk lebih selektif memilih olahan ikan kalengan.(*)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Urus Izin, Badan Usaha Bandar Lampung Wajib Punya Sertifikat Peserta BPJS

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Badan Usaha di Kota Bandar Lampung yang hendak mengurus izin maupun perpanjangan izin …