Pertahankan ODF, Pemkab Pringsewu Terus Lakukan Evaluasi


UTUSAN Kedubes Kerajaan Belanda Carel de Groot melihat pembuatan jamban di Pringsewu, beberapa waktu lalu. | YKWS

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pringsewu memiliki tugas berat untuk mempertahankan status Open Defecation Free (ODF) pascadeklarasi pada Desember 2017. Dalam upaya mempertahankan status ODF dan menjaga masyarakat untuk tidak lagi kembali pada perilaku buang air besar (BAB) sembarangan, maka Tim Satgas ODF terus melakukan monitor dan evaluasi.

Hal tersebut disampaikan Alwi Siregar, Asisten III Bidang Administrasi Umum Kabupaten Pringsewu, saat menyambut dan mendampingi kunjungan rombongan tamu dari perwakilan Kedutaan Besar (Kedubes) Kerajaan Belanda dan Tim Voice for Change Partnership. Acara berlangsung di Pagelaran, beberapa waktu lalu.

“Setelah ODF, yang harus terus dipertahankan adalah agar masyarakat tidak kembali pada perilaku BAB sembarangan. Memang masih secara akses, dan kami berkomitmen untuk mewujudkan universal akses pada 2019. (Untuk itu), sinergi di antara para pihak terus dilakukan,” kata Alwi dalam surat elektronik yang diterima duajurai.co, Sabtu, 31/3/2018.

Sementara, Carel de Groot, Frist Secretariat Water Management Kedube Kerajaan Belanda, menyampaikan apresiasi atas pencapaian ODF di Pringsewu dengan waktu singkat. “Kabupaten Pringsewu sangat luar biasa, dengan waktu yang cukup singkat hanya beberapa bulan saja telah bisa mencapai target ODF. Tentunya ini bisa diambil banyak pembelajaran,” ujarnya.(*)

Baca juga Kedutaan Belanda Kunjungi STBM Center Pringsewu Lampung


Komentar

Komentar

Check Also

Rektor Unila Hasriadi Resmikan Kebun Hidroponik Rahardjo di Lampung Tengah

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Rektor Universitas Lampung (Unila) Hasriadi Mat Akin kunjungan kerja ke Desa …