Ikam Jabung Sai Lawan Stigma Jabung Identik dengan Begal


Ketua Ikam Jabung Sai Zainal Abidin | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sejumlah warga yang tergabung dalam Ikam Jabung Sai (IJS) mendeklarasikan diri untuk bersama-sama mengubah stigma negatif bahwa Jabung daerah penghasil begal. Jabung merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Lampung Timur.

“Ini bentuk dari keprihatinan kami atas kondisi Jabung. Karena itu, kami membuat wadah ini. Kami ingin menepis isu bahwa Jabung identik dengan sarang begal. Memang tak bisa dipungkiri bahwa mereka (begal) banyak berasal dari Jabung, tapi bukan berarti semua orang Jabung itu begal. Kami ingin mengangkat sisi positif Jabung yang sebenarnya banyak sekali,” kata Ketua IJS Zainal Abidin saat deklarasi di Lampung Walk, Bandar Lampung, kemarin.

Anggota Ikam Jabung Sai yang terdiri dari berbagai elemen seperti mahasiswa, pelajar, tokoh masyarakat, aktivis maupun relawan itu berjumlah sekitar 800 an anggota. Dalam berkegiatan, mereka menggandeng pihak Polres Lampung Timur untuk sisi peningkatan keamanan, dan kerjasama dengan mahasiswa Unila untuk berbagi wawasan kepada pemuda Jabung.

Pria yang berlatar belakang fotografer itu mengatakan, anggota IJS terdiri dari berbagai elemen, seperti mahasiswa, pelajar, tokoh masyarakat, aktivis maupun relawan. Dalam berkegiatan, mereka menggandeng Polres Lampung Timur untuk sisi peningkatan keamanan, dan kerja sama dengan mahasiswa Unila untuk berbagi wawasan kepada pemuda Jabung.

“Selain itu, ada beberapa komunitas nonpemerintah lainnya yang juga mendukung kami, seperti Komunitas Mutiara Independen Lampung (Komil) untuk membantu dari sisi kesehatan masyarakat dan kegiatan sosial. Lalu, ada Armada Pustaka Lampung untuk kegiatan literasinya,” ujar dia.

Berikut empat poin yang menjadi tujuan Ikam Jabung Sai:

  1. Antisipasi isu hoax (kabar bohong) agar masyarakat dapat membedakan mana berita yang benar dan tidak;
  2. Antisipasi ujaran kebencian agar masyarakat tidak terpancing dengan pernyataan yang bisa membangkitkan emosi dan kerusuhan;
  3. Mendukung program dan kebijakan pemerintah dan Polri;
  4. Turut menjaga Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 berjalan dengan aman, damai, dan meredam isu Sara.(*)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Wooww…Masih Banyak Warga Lampung BAB di Sungai, Kolam, dan Pantai

PRINGSEWU, duajurai.co – Data mencengangkan diungkap Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) Febrilia Ekawati …