Selama 2015-2018, Jatah Pupuk Bersubsidi Lampung Tertinggi se-Sumatra


Pupuk bersubsidi | ilustrasi/ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sejak 2015 hingga 2018, alokasi pupuk bersubsidi Provinsi Lampung selalu menduduki peringkat pertama di Sumatra dan tertinggi di luar Jawa. Padahal, luas areal sawah Lampung kalah dengan Sumatra Utara dan Sumatra Selatan.

Menurut Edi Yanto, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Lampung, penambahan alokasi tersebut tak lepas dari penilaian Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian. “Pusat menilai Lampung berhasil menjalankan berbagai program, sehingga alokasi pupuknya ditambah,” kata Edy melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 27/3/2018.

Dia mengatakan, pada 2015, total alokasi pupuk bersubsidi Lampung berada pada posisi lima nasional dengan jumlah 484.100 ton. Sedangkan Sumatra Selatan 346.450 ton dan Sumatra Utara 434.050 ton. Pada 2016, Lampung malah posisi keempat nasional dengan jatah 530.070 ton, sedangkan Sumatra Utara 457.270, dan Sumatra Selatan 360.990.

Alokasi pupuk Lampung juga teratas di Sumatra pada 2017 dengan 484.100 ton. Kemudian, disusul Sumatra Selatan 346.450 dan Sumatera Utara 434.040 ton. Tahun ini, Lampung tetap kokoh di puncak dengan alokasi 502.480 ton, jauh dari jatah Sumatra Selatan 320.140 ton dan Sumatra Utara 482.880 ton.

Penentuan alokasi pupuk, lanjutnya, berdasarkan dua hal, yakni luas lahan dan kinerja pemerintah daerah. Misal, jika alokasi tahun lalu tidak berhasil disalurkan dengan baik, jatahnya akan dialihkan ke provinsi lain. “Meski demikian, alokasi tersebut masih kurang dari kebutuhan riil di lapangan,” ujarnya.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Pawai Taaruf Lampung Selatan Meriahkan HUT ke-73 RI

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto melepas peserta pawai …