Inflasi Lampung Triwulan IV 2017 Tercatat 3,02%


Kepala BI Lampung Budiharto Setyawan (tengah) | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Inflasi Provinsi Lampung pada triwulan IV 2017 tercatat sebesar 3,02% year on year (yoy). Angka itu lebih rendah jika dibandingkan triwulan sebelumnya, yakni 3,85% (yoy).

“Capaian inflasi yang cukup rendah tersebut ditopang meredanya tekanan inflasi volatile food, dan cukup terkendalinya inflasi kelompok core dan adminstered prices dibandingkan triwulan III 2017,” kata Budiharto Setyawan, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Lampung, melalui keterangan tertulisnya, kemarin.

Dia mengatakan, koreksi harga pada komoditas hortikultura, seperti bawang merah dan bawang putih, mampu meredam tekanan inflasi lebih dalam. Hal itu disebabkan kenaikan harga beras dan telur ayam ras yang antara lain dipengaruhi faktor cuaca, sehingga mengganggu produktifitas dan distribusi. “(Selain itu), belum masuknya musim panen, serta meningkatnya permintaan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.

Menurut Budiharto, inflasi pada kelompok inti (core) didorong kenaikan harga kelompok makanan jadi. Misal, mi dan nasi dengan lauk terkait kenaikan bahan baku. Kemudian, kenaikan tarif pulsa ponsel dari provider seiring kenaikan permintaan akhir tahun.

Sementara, inflasi pada kelompok harga yang diatur pemerintah (administered prices), antara lain dipengaruhi masih terjadinya kenaikan harga bahan bakar rumah tangga. Khususnya, gas elpiji ukuran 3 Kg. “Meski kenaikannya tidak setinggi bulan sebelumnya,” kata dia.(*)

Baca juga Triwulan IV 2017, Perekonomian Lampung Tumbuh 5,31%


Komentar

Komentar

Check Also

Selisih Mulai Rp1,4 Juta, Ini Beda Toyota Calya Model Lawas dan Baru

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – PT Toyota-Astra Motor (TAM) meluncurkan produk barunya “New Calya” di pasar otomotif Lampung. …