Tanpa Listrik, Produksi Udang CP Bahari Lampung 300 Ton Sebulan


MENTERI Desa, PDT, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo didampingi Presiden Direktur CP Prima Irwan Tirtariyadi (kemeja batik) menghadiri panen udang di Kampung Bratasena, Jumat, 23/3/2018. | Hendry Sihaloho/duajurai.co

TULANGBAWANG, duajurai.co – PT Central Proteina (CP) Prima meminta pemerintah dapat memenuhi kebutuhan listrik di kawasan PT Central Pertiwi (CP) Bahari, anak usaha CP Prima. Perusahaan akuakultur terkemuka itu merasa yakin bahwa ketersediaan listrik bisa meningkatkan produktivitas udang CP Bahari.

“Dengan bantuan permodalan dan energi listrik, harapan kami dapat membantu petambak untuk meningkatkan produksi udang. Gambaran produksi udang saat ini yang dihasilkan petambak rata-rata 300 ton per bulan, produktivitas per Ha per siklus 250 kg. Masih sangat jauh dibandingkan dengan produktivitas yang pernah terjadi per Ha per siklus 12 ton dan per bulan bisa 2.500 ton per bulan,” kata Presiden Direktur CP Prima Irwan Tirtariyadi saat memberi sambutan pada penyerahan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kampung Bratasena Adiwarna, Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulangbawang, Lampung, kemarin.

Menurutnya, peluang peningkatan produktivitas tambak masih sangat lebar dan banyak apabila kebutuhan permodalan dan energi listrik dapat terpenuhi. Sehingga, bisa memberikan kontribusi positif ekspor udang. “(Dengan demikian), menghasilkan devisa bagi negara pada umumnya serta Tulangbawang pada khususnya,” ujar dia.

Pantauan duajurai.co, acara penyerahan KUR dari Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) itu dihadiri Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo. Tampak pula Bupati Tulangbawang Winarti beserta jajaran, pihak Polres, dan tokoh masyarakat setempat.(*)

Baca juga 61 Kampung di Tulangbawang Lampung Belum Dialiri Listrik


Komentar

Komentar

Check Also

Rapat Paripurna DPD, Andi Surya: Lampung Terbelenggu Konflik Lahan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Secara umum, Provinsi Lampung masih terbelenggu konflik lahan. Konflik menyebar dan …