Dibui, Napi Lapas Rajabasa Keluarkan Album Mini


Trabas Band | dok. Trabas Band

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Berada di balik jeruji besi tak membuat sekelompok pemuda di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas I Rajabasa Bandar Lampung patah arang. Mereka justru berkarya dan melebarkan sayap di dunia musik melalui grup yang diberi nama Trabas Band.

Moch Mansyur (40), salah satu warga binaan yang sama sekali tak mengerti dunia musik, sukses menyatukan enam orang yang memiliki bakat seni untuk mengembangkan kebolehannya bermain musik. “Saya hanya mendukung dan kebetulan mereka menurut sama saya. Mereka punya bakat, dan menurut saya, itu harus dikembangkan, meskipun kami warga binaan,” kata Mansyur kepada duajurai.co di lapas Rajabasa Sabtu, 24/3/2018.

Dia mengatakan, nama Trabas Band adalah hasil rembukan para personel dan merupakan singkatan dari Transisi Anak Binaan Lapas Rajabasa. “Karena kami dahulu melakukan hal yang negatif, kini kami sedang bertransisi ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

Trabas Band terbentuk pada 2016. Para personelnya, yaitu Andre sebagai drummer, Komang (gitaris), Adi (keyboard), Alex (gitaris 2), Maulana (vokal), dan Agung sebagai bassist. “Personelnya pernah bongkar pasang karena tak cocok karakter musiknya. Sampai akhirnya ditetapkan enam personel,” kata dia.

Mansyur menambahkan, Trabas Band sudah memiliki mini album yang berisi delapan lagu yang sudah dipatenkan. Adapun judul lagunya, yakni Luka Tak Berdarah, Jalan Menuju Nirwana, Kenangan Sahabat, dan Hidup tapi Mati. Judul lagu berikutnya, Sesal, Ini Takdir Tuhan, Bersabar, dan Karena Kamu.

“Dua lagu sudah dibuatkan video clipnya, yaitu Luka Tak Berdarah dan Jalan Menuju Nirwana,” ujarnya.

Trabas Band mulai sering diundang menjadi bintang tamu pada acara musik televisi maupun radio lokal Lampung. Selain itu, lagu berjudul Lluka Tak Berdarah ciptaan Mansyur yang terinspirasi dari kisah nyata itu, kini menjadi ring back tone atau nada tunggu telepon genggam. Dalam waktu dekat juga sudah masuk aplikasi Smule, yaitu aplikasi karaoke di smartphone. “Kami sudah teken kontrak untuk ring back tone dan masuk aplikasi Smule,” kata dia.(*)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Wooww…Masih Banyak Warga Lampung BAB di Sungai, Kolam, dan Pantai

PRINGSEWU, duajurai.co – Data mencengangkan diungkap Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) Febrilia Ekawati …