Bambang Pujiatmoko: Rata-Rata WC SD Negeri di Bandar Lampung Buruk


KOORDINATOR STBM Bambang Pujiatmoko memberi materi dalam Workshop Roadmap STBM di Hotel Horison, Kamis, 22/3/2018 | imelda astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Koordinator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Bambang Pujiatmoko menyebut, rata-rata sekolah dasar (SD) di Bandar Lampung, terutama SD negeri, akses sanitasinya buruk. Kondisi ini berdampak negatif terhadap kesehatan dan perkembangan otak anak.

Hal itu disampaikan Bambang dalam acara Workshop Penyusunan Roadmap untuk Program STBM Provinsi Lampung, di Hotel Horison, Bandar Lampung, Kamis siang, 22/3/2018. Workshop dihelat Pemerintah Provinsi Lampung bekerjasama dengan Stichting Nederlandse Vrijwilligers (SNV) Indonesia dan Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS).

“Tak perlu jauh-jauh. Akses sanitasi atau WC di SD yang ada di Bandar Lampung bisa menjadi gambaran bagaimana buruknya akses sanitasi di sekolah. Rata-rata SD, terutama yang nonswasta di Bandar Lampung ini akses sanitasinya buruk,” terang Bambang.

“Kalau kita (para orangtua) tahu kondisinya bagaimana, pasti kita tak mau sekolahkan anak di sana,” terusnya.

Baca 1,6 Juta Masyarakat Lampung BAB Sembarangan, 3 Lembaga Gelar Workshop Roadmap STBM

Bambang memaparkan, anak berada di sekolah dalam rentang waktu cukup lama, dari pukul 7 sampai lebih 12 siang. Akses sanitasi yang buruk tentunya berdampak negatif terhadap kesehatan dan perkembangan otak anak.

“Selama di sekolah, pasti ada waktu anak mau buang air kecil. Kalau sanitasi buruk, mereka akan menahan kencing. Jika dalam waktu lama dan berulang, kebiasaan menahan kencing itu akan mengakibatkan infeksi saluran kemih. Menahan kencing juga membuat anak tak konsen belajar, menurunkan kualitas belajar,” bebernya.

Penurunan kualitas kesehatan dan pendidikan anak juga ada kaitannya dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM tak hanya soal angka-angka pendapatan masyatakat, tapi juga tak terlepas dari kualitas sanitasi di masyarakat.

“Jika anak kualitas kesehatannya buruk dan pendidikannya buruk, maka akan berpengaruh pada IPM,” kata Bambang lagi.(*)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Belum 1 Pun Kelurahan ODF, Dinkes Tunggu Aksi Telukbetung Selatan Soal Sanitasi

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung mendorong seluruh kecamatan segera Open Defecation Free …