Seminar Mapala Unila, Ini 3 Hal Cegah Konflik Gajah-Manusia


MAPALA Unila menggelar seminar “Ancaman dan Tantangan Konservasi Gajah Sumatra Menuju Kepunahan”, beberapa waktu lalu. | Situs Unila

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Lampung (Mapala Unila) menggelar seminar “Ancaman dan Tantangan Konservasi Gajah Sumatra Menuju Kepunahan”. Dalam seminar tersebut terungkap bahwa wilayah jelajah gajah yang mulai berkurang dan terganggu akan berpotensi konflik. Karena itu, perlu segera dilakukan pencegahan.

“Tiga hal yang bisa diterapkan untuk mencegah konflik antara gajah dan manusia adalah dengan menerapkan tata aturan berkebun dan berladang, pola pemukiman berkelompok, serta membangun koridor penghubung habitat,” kata Beno Fariza Syahri, perwakilan WWF Indonesia, seperti dikutip dari laman Unila, Rabu, 21/3/2018.

Menurutnya, penanaman tumbuhan tertentu juga perlu dilakukan sebagai strategi mitigasi konflik atau penghindaran konflik. Dua jenis tumbuhan yang ditanam adalah ketegori pakan gajah dan tanaman penghindar gajah.

Untuk pakan gajah, misalnya rumput-rumputan, pidang, dan palem. Sementara, tanaman penghindar gajah misalnya singkong pahit, dan tanaman berbau aromatik seperti serai, kemiri, dan kayu putih. “Tanaman penghindar gajah ditanam di area perbatasan antara permukiman warga dan area jelajah gajah agar gajah tidak masuk ke permukiman warga,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan Rangga Esriadi menyatakan, tujuan penyelenggaraan seminar tersebut sebagai upaya penyelamatan gajah Sumatra agar terhindar dari kepunahan. Dalam upaya tersebut, Mapala Unila menggandeng beberapa pihak, di antaranya WWF Indonesia, Balai BKSDA Bengkulu, kepolisian, dan kejaksaan.(*)

Baca juga Selama 8 Tahun, 26 Gajah Mati Diburu di Way Kambas Lampung Timur


Komentar

Komentar

Check Also

ACT Lampung Salurkan Bantuan 10.000 Botol Kurma Water 

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – PT Kieran Bahari Aksara, produsen minuman Nafoura Kurma Water, berbagi kebaikan …