Komentar Pembaca atas Analisis Ilham Malik soal Flyover di Bandar Lampung


ARUS kendaraan di bawah flyover Jalan Gajah Mada, Bandar Lampung.| duajurai.co

Duajurai.co pada Senin, 19/3/2018, menerbitkan artikel yang berisi analisis IB Ilham Malik, ahli transportasi dan tata kota, mengenai keberadaan jalan layang atau flyover di Kota Tapis Berseri.

Analisis tertulis disampaikan Ilham, menjawab pertanyaan duajurai.co, mengapa kemacetan yang kini menjadi momok warga Bandar Lampung, tak serta merta lenyap setelah delapan flyover dibangun.

Di banyak titik, termasuk kawasan di sekitar flyover kemacetan lalu lintas tetap rutin terjadi, terutama pada jam-jam sibuk.

Ilham antara lain menulis, bahwa tujuan dibangunnya flyover memang bukan untuk menghilangkan kemacetan lalu lintas. Flyover atau pun underpass hanya salah satu opsi untuk mengurangi kemacetan.

“Jika volume kendaraan terus bertambah, lalu tidak ada sistem angkutan umum massal, dan seterusnya, maka persoalan lalu lintas di Bandar Lampung juga akan semakin kompleks,” tulis dosen Fakultas Teknik Universitas Bandar Lampung (UBL) tersebut.

Artikel yang kemudian di-posting di Facebook wartawan duajurai.co, dikomentari beberapa pembaca dan warga Bandar Lampung. Berikut ini rangkumannya.

Hamdani Dani

Mau dibuat setiap perempatan flyover belum jaminan kemacetan tidak ada. Karena pertumbuhan kendaraan tidak sesuai dengan sarana jalan.

Harus ada regulasi yang membatasi pertumbuhan atau penggunaan kendaraan. Kalau begini pertumbuhan kendaraan siap-siap pada 8 sampai 10 tahun ke depan terjadi kebuntuan di mana-mana.

Sekarang uang muka (DP) 5 juta saja sudah bisa memiliki kendaraan (mobil). Jadi, adanya flyover, ada, terlepas dari kontroversinya, cukup membantu mengurangi kemacetan.

Bisa dilihat di flyover Jalan Soekarno-Hatta (Bypass), Kali Balok, Sultan Agung, Kimaja, Gatot Subroto, Mala Boemi Kedaton, dan Jalan Pramuka, betapa cukup maembantu berkurangnya kemacetan.

Kita lihat flyover Pasoepati di Bandung, di kawasan itu tetap macet, tapi adanya flyover cukup membantu mengurai kemacetan.

Pertumbuhan kendaraan di Lampung luar biasa. Setiap bulan per mereknya bisa 100-200 unit kendaraan baru keluar.

Ginta Wiryasenjaya

Apakah teman-teman kalau ke Bandara Radin Inten II sudah menggunakan bus umum? Atau masih menggunakan kendaraan pribadi?

Mari kita mulai aplikasikan upaya menguraikan kemacetan ini dari diri kita sendiri dulu. Karena sulit kalau mengharapkan dari orang lain.

Saya pun sudah mengajak Prof Dr Ofyar, ahli transportasi, Rektor Itera, untuk menggunakan bus untuk menuju atau dari bandara. Dengan begitu, sudah berkurang lagi satu kendaraan yang melintas ke atau dari bandara.

Malu rasanya sekarang kalau ketemu teman di bandara ketika saya diantar oleh sopir.

Iman Silahi

Kalau bapak ibu lewat Bandarjaya, Lampung Tengah, bapak ibu pasti stres dengan kemacetan di sana. Padahal macetnya di Bandarjaya itu sudah berlangsung bertahun-tahun dan hingga kini belum ada yang memberikan solusi.

Kota Bandar Lampung masih mending, kelihatan geregetnya.


Komentar

Komentar

Check Also

Urus Izin, Badan Usaha Bandar Lampung Wajib Punya Sertifikat Peserta BPJS

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Badan Usaha di Kota Bandar Lampung yang hendak mengurus izin maupun perpanjangan izin …