Tolak Permenhub 108/2017, Driver Taksi Online Datangi DPRD Lampung


Para driver taksi online di Lampung. | Den Bagus

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sebanyak 26 komunitas driver taksi online se-Lampung akan menggelar aksi damai, Senin, 19/3/2018. Aksi yang berlangsung di Bundaran Tugu Adipura dan DPRD Lampung itu menolak Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108/2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

“Kami ini rakyat yang butuh pekerjaan. Pemerintah tidak memberikan solusi kepada kami. Ketika ada aplikator yang memberi peluang, justru kami dipersulit,” kata Ariyadi KN, Koordinator Komunitas Driver Online ‘Koboy Ngalong’, dalam surat elektronik yang diterima duajurai.co, kemarin.

Menurutnya, selain memberikan pekerjaan, kehadiran aplikator telah mengobati kerinduan masyarakat akan moda transportasi yang aman, nyaman dan murah. Hal itu belum dapat dipenuhi pemerintah. “Pemerintah harus hadir memberi solusi, bukan justru membebani dengan aturan yang tidak masuk akal,” ujarnya.

Ariyadi menambahkan, pihaknya menolak untuk melakukan Uji KIR kendaraan dan membuat SIM A Umum. Bagi mereka, hal tersebut merupakan pembodohan. “Jelas-jelas SIM A Umum untuk kendaraan umum. Lalu, uji KIR, untuk apa? Aplikator sudah mengatur bahwa usia mobil tidak lebih dari lima tahun. Artinya, dapat dipastikan mobil yang terdaftar masih laik,” kata dia.

Tak hanya itu, pihaknya juga menolak pembentukan koperasi. Ariyadi menilai, koperasi itu hanya alat untuk mengambil keuntungan dari para driver. “Koperasi ini apa? Ini duit! Ini UU titipan pengusaha. Gunanya koperasi apa? Hanya untuk tarik duit. Tidak ada jaminan setelah masuk koprasi, kami tidak akan terkena suspend dan putus mitra,” ujarnya.(*)

Baca Suspend Massal, Driver Online Lampung Minta Aplikator Transparan


Komentar

Komentar

Check Also

Gerimis, Pembukaan Lampung Fair Tetap Ramai

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Gerimis yang membasahi Kota Bandar Lampung tak menyurutkan niat warga untuk menghadiri pembukaan …