OPINI IB ILHAM MALIK: Kerusakan Flyover Pramuka dan Urgensi Uji Teknis


IB ILHAM MALIK | Dosen Teknik Sipil Universitas Bandar Lampung (UBL)

KERUSAKAN berupa keretakan yang tejadi di jalan layang (flyover) Jalan Pramuka-Jalan Indra Bangsawan, Bandar Lampung, menimbulkan kekhawatiran masyarakat. Mereka khawatir jika suatu waktu melintas di atasnya, flyover tersebut akan mengalami kegagalan konstruksi, misalnya runtuh, yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas.

Kekhawatiran masyarakat merupakan hal yang wajar karena sebagai pengguna flyover mereka hanya mampu memahami bahwa sarana tersebut sudah berdiri dan beroperasi. Hal itu berarti kondisi jalan laying sudah laik guna.

Masyarakat juga sudah membayar pajak dan retribusi ke pemerintah untuk membiayai program pembangunan dengan tujuan memberikan kemudahan masyarakat ber aktivitas.

Keretakan yang terjadi di flyover Pramuka-Indra Bangsawan harus dinilai oleh tenaga ahli teknik yang berpengalaman dalam bidang forensik struktur bangunan. Tujuannya, supaya output penilaian terhadap kerusakan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis.

Tentu saja, pihak penguji nantinya menggunakan berbagai peralatan pendukung penguji struktur bangunan jembatan. Untuk itu, Pemerintah Kota Bandar Lampung dan tim bisa bekerjasama dengan Dinas PUPR Provinsi Lampung atau Laboratorium Teknik Sipil Universitas Bandar Lampung (UBL) untuk mendapatkan hasil pengujian yang akurat.

Dengan demikian masyarakat dapat kembali nyaman menggunakan jalan layang yang belum lama diresmikan tersebut.

Keretakan yang ditemukan oleh pihak kepolisian perlu dikonfirmasi secara teknis. Jika keretakan memang berada di bagian struktur maka hal itu bisa menimbulkan bahaya kepada pengguna atau warga yang berkegiatan di sekitar flyover.

Akan tetapi jika keretakan terjadi di bagian nonstruktur maka hal itu tidak terlalu berbahaya, meskipun tetap harus diperbaiki.

Untuk mengetahui bahaya atau tidaknya keretakan di elemen flyover maka harus dilakukan uji struktur. Uji struktur ini, seperti yang sudah sampaikan tadi, dapat menggunakan alat uji kekuatan struktur yang ada di dinas PUPR Lampung atau di Laboratorium Teknik Sipil UBL.

Dengan uji struktur dapat diketahui apakah kerusakan yang terjadi membahayakan struktur jembatan ataukah tidak. Kalau melihat foto yang beredar di media massa tampaknya kerusakan tersebut adalah kerusakan nonstruktur.  Tetapi hal ini merupakan judgement berdasarkan data visual semata.

Pihak Dinas PUPR perlu melakukan beberapa hal.

Pertama, informasi yang disampaikan oleh pihak kepolisian dan masyarakat harus segera ditindaklanjuti dengan menerjunkan tim teknis dan pihak kontraktor pelaksana proyek. Tujuannya guna melihat secara visual dan melakukan konfirmasi ke gambar kerja untuk melihat objek kerusakan berada di elemen mana.

Kedua, jika kerusakan yang terjadi berupa nonstruktur maka harus segera dilakukan perbaikan agar tidak menimbulkan kekhawatiran masyarakat.

Ketiga, jika kerusakan terjadi di bagian struktur dan memang sesuai dengan gambar yang menunjukkan sebagai objek struktur, maka harus disegerakan untuk menutup sementara penggunaan flyover. Penutupan berlangsung selama masa uji struktur

Keempat, Dinas PUPR bersama kontraktor dan Laboratorium Teknik Sipil UBL melakukan uji struktur untuk mengukur seberapa bahaya kerusakan yang terjadi. Loading test, uji tekan, dan uji daya tarik struktur, harus dilakukan untuk mengetahui gaya yang bekerja di struktur, sekaligus apakah struktur tersebut mampu menahan gaya tekan yang ada.

Hasil uji lab harus diumumkan melalaui media massa agar masyarakat mengetahui status kerusakan di flyover Pramuka-Indra Bangsawan. Pemkot Bandar Lampung harus segera memastikan bahwa flyover di kota ini dalam kondisi layak pakai.

Pemkot perlu sesegera mungkin bekerja sama dengan Lab Teknik Sipil UBL. Laboratorium ini sudah diakui reputasinya untuk mengeluarkan sertifikat layak pakai kepada semua flyover di Kota Bandar Lampung.

Hal ini juga penting supaya ihwal keretakan flyover tersebut tidak menimbulkan kegaduhan secara social, politik, dan hukum. Sejatinya, masalah ini cukup diselesaikan secara teknis. Penanganannya bisa cepat dilakukan dan cepat selesai.

Saya menyambut baik rencana Pemkot Bandar Lamping akan bekerjasama dengan tim independen untuk menilai kerusakan flyover, seperti yang diberitakan sejumlah media hari ini. Namun, semestinya tim ini adalah tim teknis dan bukan tim nonteknis .

Jika tidak, nanti masalah ini bakal merembet ke mana-mana. Sementara, kerusakan flyover ini harus diselesaikan supaya masyarakat tidak merasa was-was.(*)

 


Komentar

Komentar

Check Also

CITIZEN REPORTER: Scooter, Fasilitas Baru Penolong Jemaah Haji-Umrah

  Laporan Dr Eng Admi Syarif Dosen FMIPA Universitas Lampung Langsung dari Mekkah, Arab Saudi …