Sempat Dipandang Aneh, Tri Nuratika Tak Menyerah Sebagai Odapus


Tri Nuratika (pegang mikrofon) dan Sekretaris Komunitas Odapus Lampung Merli Susanti menjadi narasumber Kafe Juwe di Studio Radio Andalas, Way Halim, Bandar Lampung, Kamis, 22/2/2018. Talkshow yang dipandu Pemimpin Redaksi (Pemred) duajurai.co Juwendra Asdiansyah itu membincangkan lupus dan Odapus. | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Tri Nuratika merupakan salah satu Orang dengan Lupus (Odapus). Kini, dia memiliki suami dan dua anak. Hal ini sekaligus menepis anggapan bahwa Odapus tak bisa memiliki anak.

Tri didiagnosis lupus sejak 2007. Saat itu, dirinya mau lulus sekolah menengah atas (SMA). Awalnya, dia mengalami gejala lebam berwarna biru di sekujur tubuh. Selain itu, dia juga mengalami pendarahan saat menstruasi.

“Kemudian saya ke dokter Ridhuan (spesialis penyakit dalam). Setelah cek laboratorium, langsung didiagnosis lupus,” kata Tri saat menjadi narasumber Kafe Juwe di Studio Radio Andalas, Way Halim, Bandar Lampung, Kamis, 22/2/2018. Talkshow yang dipandu Pemimpin Redaksi (Pemred) duajurai.co Juwendra Asdiansyah itu membincangkan lupus dan Odapus.

Pada masa awal setelah didiagnosis, Tri masih merasa biasa saja. Bahkan, dia merasa seperti tak sedang sakit. Namun, perempuan berjilab itu tetap minum obat dan beraktivitas seperti biasa. Tri baru merasakan drop total pada Mei 2017. “Saya muntah-muntah sampai warna hijau, perut membesar, lalu dirawat RSUDAM,” ujarnya.

Kala itu, dokter yang menanganinya tak memperhatikan lupus. Setelah dilakukan USG dibagian perut, dokter mengatakan bahwa ususnya tak bekerja. Sehingga, tak bisa memproses makanan dan minuman yang masuk. “Sampai harus diselang untuk mengeluarkan cairan dari dalam perut itu,” kata dia.

Saat drop, Tri sempat merasa tak percaya diri karena kondisi fisiknya. Namun, dia tak pernah merasa dikucilkan. Apalagi, dihindari orang karena takut ketularan lupus. “Ketika saya drop itu minum obat dosis tinggi, sehingga ada perubahan, khususnya di bagian wajah. Pipi tembam. Kalau keluar dari rumah ditatap tetangga dengan pandangan aneh,” ucapnya.

Meski demikian, dia tetap mensyukuri hidupnya. Tri kini bisa kembali berkativitas normal. Dia juga memiliki keluarga dan teman yang selalu memberikan dukungan penuh. “Ini pelajaran bagi diri saya sendiri. Alhamdulillah suami selalu mendukung saya, sejak sebelum menikah sampai sekarang sudah punya dua anak,” kata Tri.(*)

Baca juga Atika Oktakevina, Asisten Ombudsman Lampung Odapus (1)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Junaidi Auly Ajak Masyarakat Lampung Timur Hasilkan Produk Unggulan Desa

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Anggota Komisi XI DPR Ahmad Junaidi Auly mengajak masyarakat desa, khususnya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *