Isi Kafe Juwe, dr Hotmen Sijabat: Lupus Tidak Menular


Dari kiri ke kanan: dr Hotmen Sijabat, Pemred duajurai.co Juwendra Asdiansyah, Tri Nuratika, Merli Susanti, dan Atika Mutiara Oktakevina foto bersama usai mengisi Kafe Juwe di Studio Radio Andalas, Way Halim, Kota Bandar Lampung, Kamis, 22/2/2018. Kali ini, Kafe Juwe membincangkan lupus dan perjuangan para Orang dengan Lupus (Odapus) menjalani hidupnya. | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Portal Berita Lampung duajurai.co dan Radio Andalas 102,7FM  kembali menyiarkan Kafe Juwe, Kamis, 22/2/2018. Kali ini, talkshow yang dipandu Pemimpin Redaksi (Pemred) duajurai.co Juwendra Asdiansyah itu membincangkan lupus dan perjuangan para Orang dengan Lupus (Odapus) menjalani hidupnya.

Dalam gelar wicara tersebut, Juwendra mengatakan, masih banyak yang menganggap penyakit seribu wajah itu menular. Sehingga, para Odapus merasa dikucilkan dari lingkungannya, termasuk dalam hal pekerjaan. “Bahkan, saya dengar cerita ada yang ditolak ketika melamar pekerjaan karena menderita lupus,” kata dia.

Menanggapi hal itu, dokter Hotmen Sijabat SpPD Finasim, dokter yang biasa menjadi rujukan penderita lupus di Lampung, menyatakan bahwa lupus sama sekali tidak menular. Sehingga, masyarakat tak perlu merasa takut tertular ketika dekat dengan penderita lupus. “Lupus tidak menular. Sama sekali tidak menular,” ujar Hotmen yang menjadi salah satu narasumber Kafe Juwe di Studio Radio Andalas, Way Halim, Bandar Lampung.

Dia menerangkan, lupus adalah penyakit 1.000 wajah. Gejalanya dari yang ringan sampai berat. Waktu terjadinya juga tak bisa ditentukan. Kemungkinan orang akan menderita lupus pun tidak tahu. Belum bisa dipastikan ada faktor keturunan atau tidak.

“Tidak pasti apa penyebabnya. Akan tetapi, karena berhubungan dengan autoimun atau kekebalan tubuh, jadi diperkirakan ada hubungannya juga dengan alergi terhadap protein tertentu. Namun, kami juga tidak bisa memastikan pasien itu alergi apa,” ucapnya.

Hotmen menambahkan, sejauh ini, Odapus memang didominasi perempuan muda. Namun demikian, belum diketahui secara pasti penyebabnya. “Tapi, memang umumnya menyerang wanita usia muda usia belasan hingga 50-an tahun. Hampir 70-80% Odapus adalah perempuan muda,” kata dia.

Selain Hotmen, Kafe Juwe juga menghadirkan tiga narasumber lainnya. Mereka adalah Sekretaris Komunitas Odapus Lampung Merli Susanti, serta dua penyintas lupus (odapus), Atika Mutiara Oktakevina dan Tri Nuratika. Kafe Juwe yang mengupas hal secara renyah mengudara di Radio Andalas setiap Kamis, pukul 10.00-11.00 WIB.(*)

Baca juga Kafe Juwe Bahas Lupus, Ini Penjelasan Dokter Hotmen Sijabat

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Junaidi Auly Ajak Masyarakat Lampung Timur Hasilkan Produk Unggulan Desa

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Anggota Komisi XI DPR Ahmad Junaidi Auly mengajak masyarakat desa, khususnya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *