Atika Oktakevina, Asisten Ombudsman Lampung Odapus (1)


ASISTEN Ombudsman Lampung Atika Oktakevina menjadi narasumber Kafe Juwe di Studio Radio Andalas, Way Halim, Bandar Lampung, Kamis, 22/2/2018. Pada talkshow tersebut, dia menceritakan kisahnya yang menderita penyakit lupus. | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Orang dengan Lupus (Odapus) tak melulu kelihatan lemah. Ada fase di mana mereka harus melalui masa-masa tersulit, dan akan tiba pula fase bisa menjalani hidup normal seperti orang lain.

Hal itu dialami Atika Oktakevina. Odapus itu kini bekerja sebagai Asisten Ombudsman RI Perwakilan Lampung. Dia telah menjalani remisi (bebas minum obat) dan hari-hari dengan baik. Selain bekerja di Ombudsman, Atika juga aktif berbisnis dan menjalani kehidupan barunya sebagai seorang istri.

Atika didiagnosis lupus sejak Maret 2005. Saat itu, dia berusia 16 tahun dan duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA). Sebenarnya, tanda-tanda (lupus) sudah dialami sejak 2003, yaitu ruam merah di wajah.

“Saat itu, dokter kulit mengira cuma alergi kulit. Selama 18 bulan saya hanya berobat di dokter kulit. Waktu itu, mungkin dokter kulitnya belum menyadari penyakit lupus. Jadi, sejak 2003 itu saya sebulan sekali masuk rumah sakit,” kata Atika saat menjadi narasumber Kafe Juwe di Studio Radio Andalas, Way Halim, Bandar Lampung, Kamis, 22/2/2018. Talkshow yang dipandu Pemred duajurai.co Juwendra Asdiansyah itu membincangkan lupus dan perjuangan para Odapus.

Atika didiagnosis menderita lupus pada 2005. Kala itu, dia masih awam terhadap penyakit tersebut. Kemudian, dia diopname di Rumah Sakit Advent dengan penanganan dr Rudi. Bahkan, Atika sempat dirujuk ke RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Kondisinya berangsur membaik, namun dia harus tetap kontrol ke dokter satu bulan sekali.

“Saya bolak-balik ke dokter dan rutin minum obat. Saat itu, hidup terasa tak maksimal lagi. Saya pernah tak bisa bangun. Bahkan, dari tidur untuk duduk saja harus dibantu orang tua. Dari kamar ke kamar mandi harus pakai kursi roda. Saya juga sempat cuti kuliah satu tahun,” ujarnya.(*)

Baca juga Pesan dr Hotmen Sijabat untuk Masyarakat-Odapus Lampung

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Pemprov Lampung Luncurkan Program Usaha Ekonomi Produktif Bagi Disabilitas

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung melalui Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS) meluncurkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *