Mustafa Tersangka Suap, Rakata Institute Tak Cabut Penghargaan Tokoh Paling Jujur-Antikorupsi


Direktur Eksekutif Rakata Institute Eko Kuswanto | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Rakata Institute memutuskan tidak mencabut penghargaan kepada Mustafa sebagai Tokoh Paling Jujur dan Antikorupsi Provinsi Lampung 2017. Hal ini terkait status Mustafa yang ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka suap.

Berikut pertimbangan Rakata tidak mencabut penghargaan Mustafa, sebagaimana disampaikan Direktur Eksekutif Rakata Institute Eko Kuswanto dalam surat elektronik yang diterima duajurai.co, Senin, 19/2/2018:

1. Pemberian Anugerah Rakata terhadap sembilan tokoh/institusi yang dianggap paling elektabel adalah berdasarkan hasil jajak pendapat yang dilakukan Rakata terhadap masyarakat di Lampung. Sehingga, setiap anugerah adalah murni aspirasi rakyat Lampung pada saat itu.

Pencabutan oleh Rakata dianggap tidak perlu karena kami hanya menggabungkan pendapat-pendapat masyarakat tersebut melalui sebuah anugerah terhadap tokoh atau institusi tertentu. Jika harus dicabut, maka yang paling berhak mencabut anugerah tersebut adalah masyarakat, melalui pendapat-pendapat barunya mengenai Tokoh Jujur dan Antikorupsi yang akan dihimpun oleh Rakata atau lembaga survei lainnya. Juga bisa tentang tokoh/institusi lainnya.

2. Penganugerahan ini memiliki periode waktu yang khusus, yaitu Tahun 2017. Sehingga, data dari masyarakat Lampung adalah data pada masa berlangsungnya jajak pendapat saat itu. Perubahan pandangan masyarakat tentu akan selalu terjadi, bahkan sangat dinamis. Perubahan bisa terjadi dalam mungkin waktu beberapa bulan, beberapa minggu, beberapa hari, bahkan beberapa jam.

Jika dilakukan jajak pendapat terhadap masyarakat Provinsi Lampung tentang Tokoh Jujur dan Antikorupsi saat ini (awal 2018) sangat berpeluang besar terjadi perubahan data. Demikian pula terhadap delapan kategori lainnya yang kala itu disematkan Rakata kepada beberapa tokoh/institusi, seperti Tokoh Peduli dan Merakyat, Tokoh Kreatif dan Inovatif, Parpol Paling Elektabel, Tokoh Wanita Paling Inspiratif, TV-Radio-Media Cetak-Media Online Paling Elektabel, sangat berpeluang hasilnya akan berubah.

Baca juga HUT Rakata Institute, 3 Balon Gubernur Lampung Raih Penghargaan

Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Lampung Tengah nonaktif Mustafa sebagai tersangka dugaan suap kepada anggota DPRD setempat terkait dengan pinjaman daerah pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2018. KPK menduga, Cagub Lampung nomor urut empat itu memberi arahan agar uang yang akan diberikan kepada anggota DPRD berasal dari kontraktor sebesar Rp900 juta, serta dana taktis Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sebesar Rp100 juta.

Pemberian uang untuk anggota DPRD agar mereka menyetujui pinjaman daerah kepada PT SMI sebesar Rp300 miliar. Rencananya, dana sebanyak itu digunakan untuk sejumlah pembangunan proyek infrastruktur dengan Dinas PU-PR Kabupaten Lampung Tengah sebagai pelaksana proyek.(*)

Baca juga Pakai Kode Cheese, Ini Konstruksi Perkara Suap yang Libatkan Cagub Lampung Mustafa


Komentar

Komentar

Check Also

Amankan Natal-Tahun Baru, Polda Lampung Kerahkan 2.227 Personel

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung akan menggelar Operasi Lilin Krakatau mulai 21 Desember 2018 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *