Kronologis OTT Kasus Suap Lamteng, Dari Anggota DPRD Hingga Bupati Mustafa


Bupati Lampung Tengah nonaktif Mustafa | Ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap 19 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan suap untuk pinjaman APBD Lampung Tengah tahun 2018. Termasuk yang ditangkap Bupati Lampung Tengah nonaktif Mustafa yang juga calon Gubernur Lampung.

Dari jumlah tersebut, KPK sudah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Proses penangkapan berlangsung selama dua hari, Rabu dan Kamis, 14-15/2/2018.

Baca juga

  • Berawal Informasi Masyarakat, KPK Bongkar Dugaan Suap Pemkab Lampung Tengah
  • KPK Pastikan Tangkap Cagub Lampung Mustafa

Dalam konferensi pers di kantor KPK, Jakarta, Kamis malam, Wakil Ketua KPK Laode Syarif menjelaskan kronologis jalannya penangkapan. Ia menyebut, pada Rabu, KPK mengamankan 10 orang di Lampung Tengah (Lamteng).

Rinciannya sekitar pukul 14 WIB, mengamankan A di sebuah restoran di Lamteng. Lalu, NS di rumahnya pukul 15 WIB. Dari NS, KPK menyita barang bukti uang Rp160 juta.

Selanjutnya, KPK mengamankan S di Bandar Lampung pukul 17 WIB. Selanjutnya giliran ADK ditangkap di rumahnya pukul 18 WIB. KPK di sini menyita uang Rp1 miliar yang berada di mobil Honda CRV hitam milik ADK.

Kemudian, pukul 18 WIB, R bersama rekannya S diamankan di jalan. Keduanya sedang dalam perjalanan ke Bandar Lampung dari Lamteng Sedangkan N diamankan di rumahnya di Lamteng. Lalu, pukul 22 WIB, JSS ditangkap di rumahnya.

“Bersama delapan orang itu, tim KPK juga mengamankan dua orang sopir,” terang Laode yang didampingi Kepala Biro Humas KPK Febri Diansyah. “Sepuluh orang tersebut pada Rabu malam dibawa ke Markas Polda Lampung untuk menjalani pemeriksaan awal.”

Selain Lampung, KPK juga melakukan penangkapan delapan orang di Jakarta. Mereka ditangkap di dua hotel berbeda di kawasan Jakarta Pusat sekitar pukul 17 WIB. Dari hotel pertama, 5 orang ditangkap yakni TR, AAN, ADR, I, dan K. Sementara di hotel kedua ada tiga orang yang ditangkap yakni Z, R, dan IK.

“Hari ini, KPK mengamankan ajudan Bupati Lampung Tengah pada pukul 15. Setelah koordinasi dengan Polda Lampung, jam 18.20 WIB Bupati Lamteng sudah bersama tim dan dilakukan pemeriksaan awal, dan malam ini dibawa ke kantor KPK,” jelasnya

“Selain uang Rp1 miliar dan Rp160 juta, tim juga mengamankan sejumlah dokumen terkait persetujuan pinjaman daerah,” imbuhnya.

Tiga tersangka yang sudah ditetapkan KPK dalam kasus ini ialah TR, Kepala Dinas Bina Marga Lampung Tengah selaku pihak pemberi. Lalu sebagai penerima yakni JNS, Wakil Ketua DPRD Lampung Tengah, dan RUS, anggota DPRD Lampung Tengah.

Mustafa nonaktif sebagai Bupati Lampung Tengah karena mencalonkan diri sebagai Gubernur Lampung untuk Pilgub 2018. Jabatannya kemudian diisi Wakil Bupati Loekman Djoyosoemarto selaku pelaksana tugas Bupati Lampung Tengah.

Maju pilgub, Mustafa berpasangan dengan anggota DPD RI asal Lampung Ahmad Jajuli. Pasangan ini diusung oleh koalisi tiga parpol yakni Partai NasDem, PKS dan Hanura.(*)

Laporan Imelda Astari dan Esti Malasofia


Komentar

Komentar

Check Also

Warga Lampung Timur Serahkan Senpi Rakitan Beserta Amunisi

 BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Seorang warga Kabupaten Lampung Timur secara sukarela menyerahkan satu pucuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *