Guru Besar-Pendiri Unila Prof Abdul Kadir Muhammad Wafat


Prof Abdul Kadir Muhammad | belbuk.com

BANDAR LAMPUNG, duajurai.coInnalillahi wainnailaihi rojiun. Universitas Lampung (Unila) kehilangan salah satu dosen dan tokoh seniornya. Profesor Abdul Kadir Muhammad SH, guru besar Fakultas Hukum Unila, meninggal dunia.

Salah seorang pendiri Unila, perguruan tinggi terbesar di Lampung tersebut, mengembuskan napas terakhir pada Rabu pagi ini, 14/2/2018, sekira pukul 9.15 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek. Informasi yang dihimpun duajurai.co, Profesor Abdul Kadir wafat karena sakit yang dideritanya beberapa waktu belakangan.

Innalillahi wainnailaihi rojiun. Telah meninggal dunia baru saja guru/senior dan pendiri Unila Bapak Prof Abdul Kadir Muhammad di RSUDAM. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan keikhlasan,” demikian diposting dosen senior FMIPA Unila Dr Eng Admi Syarif di grup WhatsApp Pembaca duajurai.co. Kabar yang sama juga beredar di berbagai grup WA lain.

Jenazah disemayamkan di rumah duka, Jalan Cengkeh 11B, Gedongmeneng, Bandar Lampung. Dijadwalkan almarhum akan dikebumikan Rabu sore nanti, lepas waktu asar.

Dikutip dari www.citraaditya.com, Abdul Kadir Muhammad, lahir pada 16 Agustus 1937 di Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan. Setelah menamatkan SMA Muhammadiyah 1958 di Yogyakarta, ia melanjutkan studi di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada dan lulus pada 1966.

Pada 1976 Abdul mendapat beasiswa ASEAN untuk memperdalam pengetahuan bahasa Inggris dan metode penelitian sosial di Singapura selama satu tahun dan mendapat diploma.

Pada 1 Februari 1966, Abdul Kadir diangkat sebagai dosen Hukum Perdata dan Hukum Dagang di Fakultas Hukum Unila. DIa pernah menjabat Dekan Fakultas Hukum Unila selama dua periode, 1972-1974 dan 1982-1985.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Edward Syah Pernong Resmikan Blambanan Tapis di Negeri Katon Pesawaran

PESAWARAN, duajurai.co – Laskar Perempuan Berdikari (Laspri) dan Srikandi Hanura Lampung resmi membuka galeri Blambanan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *