Ridho Ficardo Minta Perusahaan di Lampung Tangani Limbah dengan Baik


GUBERNUR Lampung M Ridho Ficardo menggelar temu wicara dengan pelaku usaha di Rumah Dinas Gubernur Lampung, Kamis malam, 8/2/2018. Dalam kesempatan itu, Ridho meminta perusahaan untuk menangani limbah secara baik. | Humas Pemprov Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo mendorong perusahaan menjaga lingkungan. Salah satu caranya, yakni dengan menangani limbah secara baik.

Hal tersebut disampaikan Ridho saat temu wicara dengan pelaku usaha di Rumah Dinas Gubernur Lampung, Telukbetung, Kota Bandar Lampung, Kamis malam tadi, 8/2/2018. Temu wicara itu dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

“Bersama-sama menjaga lingkungan, terkhusus untuk perusahaan yang dekat dengan wilayah pariwisata. Menjaga lingkungan menjadi hal yang penting, maka saya berharap, ke depan semacam instalasi limbah tolong ditangani secara baik dan dipatuhi,” kata Ridho dalam surat elektronik yang diterima duajurai.co, Jumat, 9/2/2018.

Dia berpendapat, jika masyarakat di sekitar perusahaan merasa dirugikan akibat pencemaran lingkungan, maka masyarakat bisa menjadi faktor negatif. Untuk itu, penting bagi perusahaan mengelola limbah dengan baik. “Masyarakat adalah variable netral, yakni bagaimana kita bisa membuat mereka menjadi penjaga perusahaan, atau mungkin perlakuan kita kurang tepat. Sehingga, mereka kemudian menjadi faktor negatif yang bisa merusak perusahaan,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung Fitter Syahboedin mengatakan, pertemuan tersebut merupakan langkah untuk saling berkoordinasi. Selain itu, motivasi bagi perusahaan untuk terus berupaya dalam penataan terhadap ketentuan perundang-undangan yang berlaku dalam bidang lingkungan hidup. “Ini juga sebagai langkah untuk melakukan upaya lain, baik dalam bentuk pelestarian lingkungan maupun pemberdayaan masyarakat,” kata dia.

Fitter menambahkan, berdasar penilaian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Provinsi Lampung, empat perusahaan berperingkat hijau, 76 perusahaan berperingkat biru, empat perusahaan berperingkat merah, dan satu perusahaan yang dinyatakan tanpa peringkat. “Empat perusahaan yang berperingkat hijau merupakan prestasi yang cukup membanggakan. Sebab, perusahaan tersebut tidak hanya sekadar menaati ketentuan yang telah diatur, melainkan telah mengupayakan seperti memiliki sistem manajemen lingkungan, pengurangan dan pemanfaatan limbah, serta efisiensi dan penurunan beban pencemaran,” ujarnya.(*)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top