Kedai Kopi Bermunculan, Ekspor Kopi Lampung Turun


Dari kanan ke kiri: Dosen Adminitrasi Bisnis FISIP Unila Unang Mulkan, pemerhati kopi Fahuri Wherlian, dan mantan Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri menjadi narasumber Kafe Juwe di Studio Radio Andalas, Way Halim, Bandar Lampung, Kamis, 8/2/2018. Talkshow yang dipandu Pemred duajurai.co Juwendra Asdiansyah itu membincangkan tentang kopi. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Berdasar data Internasional Coffee Organization, ekspor kopi dari Indonesia, termasuk Lampung, mengalami penurunan pada 2016/2017. Padahal, permintaan kopi sedang mengalami peningkatan.

“Bermunculan kedai-kedai kopi yang langsung mengambil kopi dari petani. Jadi, walaupun ekspor turun, tapi penyebabnya karena terbagi di pasar domestik,” kata Dosen Adminitrasi Bisnis FISIP Universitas Lampung (Unila) Unang Mulkan saat mengisi Kafe Juwe di Studio Radio Andalas, Way Halim, Kota Bandar Lampung, Kamis, 8/2/2018. Talkshow yang dipandu Pemred duajurai.co Juwendra Asdiansyah itu membincangkan tentang kopi.

Menurut Unang, banyak faktor penyebab turunnya ekspor kopi. Salah satunya, banyak demand (permintaan) dari masyarakat. Kedua, banyak pohon kopi belum peremajaan. Terlebih, populasi pohon kopi per hektare juga menurun. “Vietnam itu dahulu belajar dari kita, tapi sekarang produktivitasnya baik dan terus meningkat,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Edelweiss Center for Sustainable Development itu melanjutkan, terdapat tiga aspek standar sosial development, yakni ekonomi, sosial, dan lingkungan. Kopi Lampung telah memenuhi dua aspek, yaitu sosial dan lingkungan. Untuk aspek lingkungan, produksi kopi baik bagi lingkungan. Sedangkan dari aspek sosial pun ada semacam gotong royong, ajang silaturahmi, serta menyerap tenaga kerja, sehingga mengurangi urbanisasi ke kota besar. “Nah aspek ekonominya yang mesti dipikirkan,” kata dia.

Saat ini, tambah Unang, banyak lahan kopi dimiliki para petani kecil. Persoalannya, mereka masih sekadar menanam, sehingga kopi dibeli dengan harga sekadarnya. “Bagaimana mendidik mereka tentang cara menanam yang baik, dan pengolahan yang baik. Tak hanya itu, perlu juga diferensiasi produk,” ujarnya.

Selain Unang, Kafe Juwe juga menghadirkan dua narasumber lain. Mereka adalah mantan Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri dan pemerhati kopi Fahuri Wherlian. Kafe Juwe mengudara di Radio Andalas 102,7 FM setiap Kamis, pukul 10.00-11.00 WIB.(*)

Baca juga Kafe Juwe, Ini Sebab Cita Rasa Kopi Lampung Belum Baik

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Posko Mudik Tagana Sedia Kopi Robusta Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Taruna Siaga Bencana (Tagana) Lampung membuka posko mudik di Jalan Soekarno-Hatta, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *