Kasus Kekerasan di Lampung, 64,42% Korbannya Anak-anak


DINAS Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menggelar dialog publik “Mewujudkan Provinsi Lampung Menjadi Provinsi yang Ramah Anak dan Perempuan” di Begadang Resto, Bandar Lampung, Kamis, 8/2/2018. | Tim Media M Ridho Ficardo

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Angka kekerasan terhadap anak di Lampung tergolong masih tinggi. Hingga September 2017, sekitar 64,42% anak-anak menjadi korban kekerasan. Hal itu terungkap dalam diskusi publik “Mewujudkan Provinsi Lampung Menjadi Provinsi yang Ramah Anak dan Perempuan” di Begadang Resto, Bandar Lampung, Kamis, 8/2/2018.

Dewi Budi Utami, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lampung, mengatakan, berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Lampung sebanyak 8.205.141 jiwa pada 2016. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.722.910 jiwa adalah anak-anak.

“Artinya, 30% penduduk Lampung adalah anak-anak. Terkait kasus kekerasan di Lampung, hingga September 2017, sekitar 64,42% korbannya anak-anak,” kata Dewi dalam surat elektronik yang diterima duajurai.co.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua I Tim Penggerak (TP) PKK Lampung Hasiah Bachtiar. Dia mengatakan bahwa banyak korban kekerasan adalah anak dan perempuan. “Penyebabnya, faktor budaya di masyarakat yang memandang perempuan lebih rendah dari laki-laki,” ujarnya.

Untuk itu, PKK sebagai mitra pemerintah sangat mendukung upaya dan terobosan dalam mewujudkan Lampung ramah anak dan perempuan. Pihaknya siap menyukseskan program pembangunan dalam rangka kesejahteraan keluarga dan masyarakat. “Perlu partisipasi dan komitmen bersama dalam mewujudkan Lampung ramah anak dan perempuan,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Posko Mudik Tagana Sedia Kopi Robusta Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Taruna Siaga Bencana (Tagana) Lampung membuka posko mudik di Jalan Soekarno-Hatta, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *