Kafe Juwe, Ini Sebab Cita Rasa Kopi Lampung Belum Baik


Dari kanan ke kiri: Dosen Adminitrasi Bisnis FISIP Unila Unang Mulkan, mantan Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri, pemerhati kopi Fahuri Wherlian, Pemred duajurai.co Juwendra Asdiansyah, dan Produser Radio Andalas Billy Faturahman saat siaran Kafe Juwe, Kamis, 8/2/2018. Kali ini, talkshow yang dipandu Juwendra itu membincangkan tentang kopi. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Cita rasa kopi Lampung dinilai masih belum baik. Untuk itu, perlu memberikan edukasi terhadap petani mengenai pengolahan kopi.

Demikian pernyataan pencinta dan pemerhati kopi Fahuri Wherlian saat mengisi Kafe Juwe di Studio Radio Andalas, Way Halim, Kota Bandar Lampung, Kamis, 8/2/2018. Talkshow yang dipandu Pemred duajurai.co Juwendra Asdiansyah itu membincangkan tentang kopi.

“Dengan potensi kopi Lampung yang luar biasa, apakah secara nasional sudah cukup baik? Ternyata belum. Sebab, cita rasa kopi yang dihasilkan petani belum baik. Hal tersebut karena pengolahan (kopi) yang masih belum teredukasi,” kata Fahuri.

Ke depan, lanjut dia, Lampung perlu mencoba para petani memetik kopi dalam kondisi merah. Jangan lagi mencampur kopi yang sudah merah dengan yang kuning. Perlu juga diupayakan agar harganya berbeda ketika kopi dipetik kondisi sudah merah dengan yang masih kuning. “Mereka (petani kopi) mengeluhkan harga yang sama antara kopi petik merah dan kuning. Padahal, mestinya harga sangat jauh berbeda,” ujarnya.

Menurut pegawai Dinas Perkebunan Provinsi Lampung itu, kualitas kopi juga dipengaruhi pohonnya. Sebagian besar pohon kopi di Lampung belum peremajaan. Bahkan, mungkin ada pohon kopi sejak zaman penjajahan. “Dalam satu hektare, biasanya ada 1.200-2.000 populasi tanaman (kopi). Setelah kami lihat, ternyata kini jumlahnya tak sebanyak itu lagi. Itu pun sudah tua batang pohon (kopi),” kata dia.

Selain Fahuri, Kafe Juwe juga menghadirkan dua narasumber lain. Mereka adalah mantan Bupati Lampung Barat Mukhlis Basri dan Dosen Administrasi Bisnis FISIP Universitas Lampung (Unila) Unang Mulkan. Kafe Juwe mengudara di Radio Andalas 102,7 FM setiap Kamis, pukul 10.00-11.00 WIB.(*)

Baca juga Kafe Juwe, Mukhlis Basri: Petani Kopi Harus Dapat Perhatian Lebih

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Posko Mudik Tagana Sedia Kopi Robusta Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Taruna Siaga Bencana (Tagana) Lampung membuka posko mudik di Jalan Soekarno-Hatta, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *