Lama Cetak e-KTP, Disdukcapil Bandar Lampung: Server Sering Gangguan


SEJUMLAH warga yang mengurus e-KTP antre di Kantor Pelayanan Satu Atap Pemkot Bandar Lampung, Rabu, 7/2/2018. Lamanya pengurusan e-KTP masih jadi keluhan sebagian besar warga Kota Tapis Berseri. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandar Lampung menyatakan, pencetakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) bergantung pada sistem jaringan. Bila sistem sedang gangguan, maka pencetakan e-KTP memakan waktu, sehingga menjadi lama.

Kepala Disdukcapil Bandar Lampung Zainuddin mengatakan, sekitar 25 ribuan e-KTP yang belum tercetak. Dalam sehari, pihaknya menargetkan mencetak 500-700 e-KTP. Kalau sistemnya sedang lancar, bisa cetak sampai 1.000 lembar. Jika sistemnya sedang gangguan, maka hanya cetak 250 lembar, seperti hari ini.

“Hari ini, sistemnya tak connect dari sekitar jam setengah sepuluh hingga sore ini. Memang sering gangguan, ini terjadi di seluruh Indonesia. Nah, ini jadi salah satu kendala. Kalau server macet begini, enggak bisa cetak (e-KTP),” kata dia saat dihubungi di Bandar Lampung, Rabu, 7/2/2018.

Kendati demikian, pihaknya terus berupaya mengejar penyelesaian tunggakan pencetakan e-KTP. Untuk itu, Pemkot Bandar Lampung telah menambah tiga alat cetak e-KTP, sehingga kini berjumlah enam alat. “Kalau pengadaan blanko sudah tak ada masalah. Kalau habis, kami bisa meminta lagi ke pusat,” ujarnya.

Untuk e-KTP yang sudah jadi, maka langsung dibagikan ke rumah warga yang bersangkutan secara berangsur. Hal tersebut guna mengantisipasi penumpukan e-KTP yang sudah tercetak. Sebab, relatif banyak warga yang tak mengetahui e-KTP kepunyaannya tercetak. “Sekitar 22.502 e-KTP yang sudah disampaikan ke rumah warga,” kata dia.(*)

Baca juga Lamanya Urus e-KTP Masih Jadi Keluhan Warga Bandar Lampung

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

IB Ilham Malik Sarankan Perbaiki Sanitasi dengan Bangun Sistem

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Ahli tata kota IB Ilham Malik menyarankan perbaikan sanitasi di Bandar Lampung dengan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *