Anak Muda Lampung Bentuk Komunitas Generasi Tanpa Rokok


KOMUNITAS Generasi Tanpa Rokok (Getar) Lampung diluncurkan saat diskusi bertema rokok di Secret Garden, Bandar Lampung, Minggu, 14/1/2018. Komunitas tersebut berasal dari unsur mahasiswa, penulis, musisi, dan karyawan. | Komunitas Getar Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Berdasar Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Lampung pada 2015-2016, konsumsi rokok menjadi nomor dua setelah makanan jadi dan minuman. Kondisi ini perlu menjadi perhatian serius oleh masyarakat.

Terkait hal itu, sekumpulan anak muda penggiat pengendalian tembakau kini melebur dalam sebuah Komunitas Generasi Tanpa Rokok (Getar) Lampung. Komunitas ini berasal dari unsur mahasiswa, penulis, musisi, dan karyawan. Terbentuknya komunitas tersebut berawal pengalaman pribadi beberapa anggota komunitas yang menjadi korban perokok aktif.

Ismen Mukhtar, pegiat antirokok sekaligus inisiator Komunitas Getar Lampung, mengatakan, kehadiran Komunitas Getar Lampung bukan untuk memerangi para perokok. “Merokok adalah pilihan setiap orang, tetapi yang terpenting dalam pergerakan kami menyelamatkan anak muda dari pengaruh rokok,” kata Ismen dalam surat elektronik yang diterima duajurai.co, kemarin.

Menurutnya, kebanyakan pecandu rokok menyasar usia muda. Bahkan, anak-anak dan perempuan menjadi target pasar. “Komunitas ini terbuka luas bagi masyarakat umum nonpartisan yang peduli menekan angkatan perokok muda dan anak-anak,” ujarnya.

Sementara, Eni Muslihah, jurnalis peduli pengendalian tembakau, menyatakan, masih banyak media yang menganggap isu rokok kurang menarik untuk diangkat.  Menurutnya, jurnalis selaku ujung tombak pembentuk opini masyarakat juga belum semuanya memiliki pemahaman yang seragam tentang pentingnya pengendalian tembakau di Lampung.  “Lampung sudah punya Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok yang disahkan per Juli 2017. Tapi, belum terdengar sosialisasi penerapan perda tersebut,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Wooww…Masih Banyak Warga Lampung BAB di Sungai, Kolam, dan Pantai

PRINGSEWU, duajurai.co – Data mencengangkan diungkap Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) Febrilia Ekawati …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *