Cendekiawan Jauhari Zailani: Partai Politik Tak Ubahnya Pasar, Peradabannya Amburadul


CENDEKIAWAN Jauhari Zailani | imelda astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Cendekiawan senior Jauhari Zailani menyampaikan kritik serius terhadap perilaku partai politik dalam proses pengusungan pasangan calon dalam pemilihan gubernur-wakil gubernur (pilgub) Lampung 2018. Manuver sejumlah partai dan elitenya menunjukkan perilaku mereka sangat transaksional, kapitalistik, dan materialistisl.

“Politik hari ini adalah pasar. Partai politik adalah pasar, tak ubahnya seperti toko. Levelnya masih seperti itu.Belum menciptakan peradaban yang lebih tinggi, misalnya, kekuasan itu untuk melayani, kekuasaan itu mulia,” tegasnya  saat menjadi nara sumber acara Kafe Juwe di Radio Andalas 102,7 FM, Kamis, 11/1/2018. Dipandu Pemimpin Redaksi duajurai.co Juwendra Asdiansyah, talkshow mingguan ini membincang tema “Pilgub Lampung Ngeri-Ngeri Sedap”.

Menurutnya, partai politik belum menjalankan fungsinya dengan baik. Pendidikan politik tidak berjalan. Kaderisasi yang diharapkan mampu menghasilkan calon-calon pemimpin yang hebat sehingga bisa dicalonkan dalam pemilihan kepala daerah (pilkada,) juga tidak berjalan.

“Parpol kita belum sehat. Belum melakukan pendidikan politik dengan benar. Sepuluh tahun lalu masih ada beberapa partai yang seperti itu, tapi sekarang tidak lagi. Lihat saja, kader yang mati-matian kerja untuk partai, apakah punya harapan dicalonkan (dalam pilkada)?” sesal mantan Dekan FISIP Universitas Bandar Lampung (UBL) ini.

Jauhari menerangkan, partai politik sejatinya merupakan puncak peradaban. Melihat peradaban partai politik hari ini yang amburadul dan transaksional artinya masyarakat masih pada level yang sama. Masyarakat kita masih materialistik.

“Elite politik kita kapitalistik. Maka pemimpin yang muncul seperti itu. Kekuasaan untuk cari makan, untuk gengsi-gengsian, eksistensi dan semacamnya. Masih di level itu,” tandas mantan dosen Uinversitas Muhammadiyah Lampung (UML) ini.

Sebanyak empat pasangan calon mendaftar ke KPU Lampung untuk mengikuti pilgub. Mereka ialah pasangan gubernur-wakil gubernur petahana Muhammad Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri, lalu duet Wali Kota Bandar Lampung Herman Hasanusi dan mantan Sekretaris Provinsi Lampung Sutono.

Selanjutnya, pasangan Bupati Lampung Tengah Mustafa dan anggota DPD RI Ahmad Jajuli, serta mantan Sekretaris Provinsi Lampung Arinal Djunaidi dan Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Bravo 5 Lampung Beri Ucapan Selamat kepada Erick Thohir

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Relawan Bravo 5 Lampung mengucapkan selamat kepada Erick Thohir sebagai Ketua …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *