Drama Pencalonan Ridho Ficardo, Gerindra, dan Surat Persetujuan Prabowo


FOTO surat persetujuan DPP Partai Gerindra untuk pencalonan Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri dalam Pilgub Lampung 2018. Foto ini beredar via pesan WhatsApp dan hingga Selasa malam, 9/1/2018, belum bisa dipastikan keasliannya | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sehari jelang penutupan pendaftaran peserta pemilihan gubernur-wakil gubernur (pilgub) Lampung 2018, nasib gubernur petahana M Ridho Ficardo masih belum jelas. Hingga Selasa sore, 9/1/2018, belum dipastikan apakah ketua Partai Demokrat Lampung itu memenuhi syarat pencalonan yakni minimal 17 kursi di DPRD Lampung yang setara dengan perolehan 20% suara pada Pemilu 2014.

Drama dimulai ketika pada 4 Januari lalu tiket “mewah” PDI Perjuangan senilai 17 kursi, alias bisa loncong mendaftar pilgub, urung digenggam. Sempat digadang berpeluang besar meraih rekomendasi dari partai banteng, asa suami Aprilani Yustin malah pupus.

Alih-alih ke Ridho, PDIP justru memberikan perahu politiknya kepada Wali Kota Bandar Lampung Herman HN yang dipasangkan dengan Sutono, Sekretaris Provinsi Lampung.

Baca Pilgub Lampung 2018, Bachtiar Merasa Terkejut Kembali Digandeng Ridho

Harapan kembali mengembang pada Minggu, 7/1/2018. Sehari jelang dibukanya pendaftaran di KPU, Ridho sempat dikabarkan sudah pasti maju berpasangan dengan Helmi Hasan, Wali Kota Bengkulu. Helmi merupakan adik kandung Ketua Umum PAN sekaligus Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, serta adik Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan.

Duet Ridho-Helmi akan dibopong empat partai dengan total 33 kursi di DPRD Lampung. Keempat partai dimaksud ialah Demokrat 11 kursi, Gerindra 10 kursi, Partai Amanat Nasional (PAN) 8 kursi, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 4 kursi. Pasangan ini dijadwalkan mendaftar ke KPU pada Rabu, 10/1.

Namun, pada Senin malam hingga Selasa pagi justru beredar kabar duet ini cerai. Helmi ujug-ujug mundur dari bursa pencalonan tanpa diketahui pasti alasannya.

Urung berpasangan dengan Helmi, Ridho disebut bakal kembali berduet dengan Bachtiar Basri yang kini masih menjabat Wakil Gubernur Lampung alias pasangannya pada Pilgub 2014.

Tak berhenti di situ, PAN juga dikabarkan hengkang dari koalisi. Dengan demikian tersisa tiga partai saja yang akan memikul Ridho-Bachtiar yakni Demokrat, Gerindra, dan PPP dengan total modal 25 kursi di DPRD Lampung.

Baca Gerindra Dukung Ridho-Bachtiar, Gunadi: Itu Keputusan Sepihak Demokrat

Drama belum usai. Pada Selasa siang hingga sore, beredar kabar rekomendasi Gerindra belum final. Bahkan di sejumlah grup WhatsApp muncul rumor Gerindra akan bergabung dengan PAN mengusung Zainudin Hasan dan Gunadi Ibrahim.

Ketua DPD Partai Gerindra Lampung Gunadi Ibrahim pada Selasa sore menyatakan bahwa partainya belum memberikan rekomendasi untuk pasangan M Ridho Ficardo-Bachtiar Basri. Dirinya pun masih menunggu keputusan dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto.

“Sekarang saya lagi di Jakarta karena dipanggil DPP (Gerindra). Saya dijadwalkan bertemu Prabowo untuk menerima surat rekomendasi jam empat sore nanti. Jadi, kami menyatakan secara tegas bahwa belum ada keputusan berkoalisi dengan Demokrat,” kata Gunadi saat dihubungi.

Dia mengatakan, Gerindra belum menjalin kesepakatan dengan Demokrat maupun Ridho untuk bergabung dalam koalisi. Bahkan, saat Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mendeklarasikan pasangan Ridho-Helmi Hasan, Gerindra tidak dilibatkan.

“Itu hanya keputusan sepihak dari Demokrat. Keputusan dari kami baru akan keluar hari ini. Jadi, belum ada koalisi, dari mana? Kadang-kadang sudah bikin keputusan mendahului dari yang mengambil keputusan,” ujarnya.

Baca Duet Ridho-Helmi Urung, Sumber: Ada Kekuatan Besar di Luar Partai Pengaruhi Pencalonan

Sampai di sini pencalonan Ridho memasuki fase krusial. Jika Gerindra batal bergabung, dipastikan niatnya kembali maju pilgub bakal karam. Pasalnya, hanya ditemani PPP, modalnya maju cuma tersisa 15 kursi alias kurang 2 kursi dari syarat minimal pencalonan.

Namun, lagi-lagi “kabar baik” menghampiri politikus muda kelahiran 1980 tersebut. Selasa petang beredar via WhatsApp foto surat rekomendasi DPP Partai Gerindra yang isinya mengusung Ridho dan Bachtiar Basri.

Surat bertanggal 9 Januari 2018 tersebut, tampak ditandatangani Ketua Dewan Pembina/Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani. Pada foto tampak surat dibubuhi cap Partai Gerindra dan materai 6.000 di sisi kiri tanda tangan Prabowo.

Di bagian atas surat tertulis “Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)” dan nomor surat yang tak jelas terbaca karena buram. Di bawahnya tertulis “Tentang Persetujuan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur”.

Duajurai.co belum bisa memastikan keaslian surat tersebut. Pihak Gerindra belum dapat dikonfirmasi. Namun sumber di Partai Demokrat Lampung memastikan surat tersebut asli.

“Surat dari Gerindra itu asli. Kami terima sore ini,” ujar sumber yang enggan namanya ditulis.

Ia juga memastikan, besok, Rabu, pasangan Ridho-Bachtiar akan mendaftar ke KPU Lampung. Sejak Selasa sore jajaran Demokrat Lampung dan anggota koalisi melakukan pertemuan intensif di kediaman pribadi Ridho di komplek Villa Citra, Bandar Lampung.

“Saat ini kami sedang mematangkan teknis pendaftaran untuk besok. Rencananya besok akan ada atraksi pencak silat dan lain-lain,” bebernya.

Lantas bagaimana jalan nasib Ridho? Apakah putra bos Sugar Grup Fauzi Thoha ini berhasil memenuhi syarat mengikuti Pilgub Lampung? Apakah tiket Gerindra benar diberikan kepada sang petahana? Jawabnya, kita lihat saja besok.(*)

Baca juga Pilgub Lampung 2018, Bachtiar Basri: Hak PAN Bila Balik Dukung Arinal


Komentar

Komentar

Check Also

Wahrul Fauzi Silalahi, Pekerja Sosial Kini Calon Anggota DPRD Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Wahrul Fauzi Silalahi merupakan salah satu pekerja sosial yang pernah memimpin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *