Banyak Kendaraan Parkir di Jalan, Transmart Jadi Sumber Kemacetan Baru di Bandar Lampung


ARUS lalu lintas tersendat di Jalan Sultan Agung, depan Transmart Lampung, Selasa sore, 2/1/2018 | imelda astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Beroperasinya Transmart Lampung, disambut antusias masyarakat, khususnya warga Bandar Lampung. Meski demikian, sejak diresmikan pada 22 Desember 2017 lalu, kawasan di sekitar pusat perbelajaan modern tersebut menjadi pusat kemacetan baru di Kota Tapis Berseri.

Pantauan duajurai.co, kemacetan terjadi di dua jalur Jalan Sultan Agung yang merupakan lokasi Transmart. Tak jarang kemacetan merembet hingga Jalan Soekarno Hatta (Bypass) dan Jalan Arif Rahman Hakim, Sukarame. Tersendatnya arus kendaraan terjadi sejak hari pertama pembukaan dan masih kerap berlangsung hingga saat ini.

Pada momen libur akhir tahun lalu yang juga bertepatan dengan libur anak sekolah, kemacetan cukup parah, seperti hari peresmian. Ini terjadi terutama karena jumlah pengunjung Transmart membeludak. Akibatnya, kapasitas lahan parkir tak lagi memadai, kemudia sebagian kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor, parkir di badan jalan.

Pada Selasa sore dan Rabu siang, 2-3/1/2018, meski tak seramai hari-hari awal, kemacetan masih tak terelakkan di ruas Jalan Sultan Agung, khususnya area sekitar pintu masuk Transmart. Kendaraan roda dua dan roda empat juga masih banyak terparkir di tepi jalan, bahkan ada yang masuk ke badan jalan.

Kendaraan yang parkir di bahu jalan tersebut menjadi salah satu pemicu kemacetan. Selain badan jalan menyempit, arus lalu lintas tersendat karena terganggu mobilitas kendaraan yang keluar-masuk parkir.

Satria Hamid, Corporate Communication Transmart Lampung, beberapa waktu lalu mengatakan, pihaknya telah menyiapkan lahan yang cukup luas untuk parkir kendaraan pengunjung. Lahan tersebut dapat menampung sekitar 500 unit sepeda motor dan 400 unit mobil.

Meski demikian, areal yang ada diprediksi belum bisa menampung semua kendaraan pengunjung. Karenanya, ritel raksasa milik konglomerat Chairul Tnajung tersebut melibatkan warga sekitar dan menjalin kerjasama dengan tetangga untuk menyediakan lahannya sebagai kantung-kantung parkir.

“Kami juga kerja sama dengan Pemkot Bandar Lampung untuk mengantisipasi kemacetan,” katanya.

Gedung Transmart Lampung terdiri dari empat lantai. Lantai bawah (ground floor) adalah area restoran, yang menyediakan aneka makanan lokal, nasional, maupun internasional. Lantai satu area supermarket dan departmen store, serta konter elektronik. Kemudian, lantai dua untuk area food, furniture, dan alat rumah tangga.

“Di lantai III, ada Trans Studio Mini dan CGV Cinema. Untuk bioskop CGV sendiri terdapat lima studio,” terang Satria Hamid.(*)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Soal Sanitasi, Pemkot Bandar Lampung Masukkan Wash SDGs dalam Program

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung memerhatikan persoalan sanitasi di masyarakat dengan meningkatkan kualitas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *