Bergantung Iklan Pemda, Daya Kritis Media Lampung Melemah


AJI Bandar Lampung bekerja sama dengan LBH Pers Lampung menggelar diskusi “Potret Indeks Kemerdekaan Pers Lampung” dan Refleksi Akhir Tahun di Sekretariat AJI, Jumat, 29/12/2017. Terungkap dalam diskusi bahwa daya kritis media di Lampung cenderung melemah dalam satu tahun terakhir. | Hendry Sihaloho/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pemberitaan media di Lampung terkesan kurang kritis dalam satu tahun terakhir. Daya kritis media dalam mengangkat suatu pemberitaan cenderung melemah. Selain itu, rerata media di Bumi Ruwa Jurai masih bergantung dari iklan pemerintah daerah (pemda) setempat.

Demikian terungkap dalam diskusi “Potret Indeks Kemerdekaan Pers Lampung” dan Refleksi Akhir Tahun di Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandar Lampung, Jumat, 29/12/2017. Diskusi tersebut digelar AJI bekerja sama dengan LBH Pers Lampung.

Ketua KPU Lampung Nanang Trenggono yang hadir dalam diskusi mengatakan, dari sisi kemerdekaan, media di Lampung sudah merdeka. Namun, kekritisan media masih kurang. Misal, pemberitaan media yang berkaitan dengan kepemiluan terkesan tidak kritis. “Dalam konteks kepemiluan, begitu kuat cengkeraman uang. Media tak sanggup (melawan). Bahkan, media nyaris tak pernah kritis soal kepemiliuan,” kata dia.

Sementara itu, Direktur LBH Pers Lampung Hanafi Sampurna menyatakan, komitmen media terhadap kode etik jurnalistik masih belum kuat. Contoh, menjelang pilkada, prinsip pagar api (firewall) dalam pemberitaan tidak begitu tegas. “Pemberitaan tidak ada pagar api, bahkan diberi konten khusus. Misal, berita itu adalah advertorial, tapi tidak diberi advertorial,” ujarnya.

Berdasar riset Dewan Pers, Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) Lampung pada 2017 sebesar 62,36. Angka tersebut turun dibandingkan IKP Lampung 2016, yakni 67,99. Dengan demikian, kategori IKP Lampung pada tahun ini masih sedang/agak bebas.(*)

Baca juga Siang Ini, AJI-LBH Pers Lampung Diskusi Soal Kemerdekaan Pers


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top