Kemiskinan Berkurang, Grafik Gini Ratio Lampung Turun


Perkembangan Gini Ratio 2015-2017 | BPS Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Grafik Gini Ratio Lampung mengalami penurunan seiring pertumbuhan ekonomi yang meningkat. Juga berkurangnya persentase jumlah warga miskin di Provinsi Lampung.

“Gini Ratio merupakan ukuran ketimpangan pengeluaran penduduk, yang merupakan salah satu indikator perhitungan angka kemiskinan. Semakin tinggi nilai Gini Ratio menunjukkan ketimpangan yang semakin tinggi,” kata Gunawan Catur, Kepala Humas Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, dalam surat elektronik yang diterima duajurai.co, malam tadi.

Dia mengatakan, pada Maret 2017, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Lampung yang diukur oleh Gini Ratio tercatat sebesar 0,334. Angka ini menurun sebesar 0,024 poin jika dibandingkan dengan September 2016 yang sebesar 0,358.  Sementara, jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2016 yang sebesar 0,364, Gini Ratio Maret 2017 turun sebesar 0,03 poin.

Gini Ratio di perkotaan pada Maret 2017 tercatat sebesar 0,364. Jumlah tersebut turun dibanding Gini Ratio September 2016 yang sebesar 0,384 dan Gini Ratio Maret 2016 yang tercatat 0,393. Sedangkan Gini Ratio di perdesaan pada Maret 2017, tercatat sebesar 0,297 turun dibanding Gini Ratio September 2016 yang sebesar 0,311, dan Gini Ratio Maret 2016, yakni 0,330.

Menurut Gunawan, beberapa faktor yang berpengaruh terhadap perbaikan tingkat ketimpangan pengeluaran selama periode Maret 2016 – Maret 2017, antara lain menguatnya perekonomian penduduk kelas menengah (kelompok 40% menengah). “Hal ini ditandai dengan meningkatnya jumlah penduduk bekerja dengan status berusaha sendiri/dibantu pekerja tidak dibayar. (Mereka) merupakan kelompok terbesar pada kelas menengah sebagai dampak dari lebih kondusifnya pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM),” ujarnya.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Nilai Ekspor Lampung September 2018 Naik USD37,708 Juta

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Nilai ekspor Provinsi Lampung tercatat USD329,405 juta pada September 2018. Angka itu naik …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *