Cokelat Lampung Mahasiswa Darmajaya Merambah Hingga Kalimantan


Mahasiswa Darmajaya memperlihatkan Cokelat Lampung | Humas IIB Darmajaya

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Usaha Cokelat Lampung yang dirintis mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Farah Risma Yete dan Binti Ardianingsih menjadi salah satu start up bisnis asal Lampung yang potensial. Minuman cokelat instan yang diproduksi dari biji kakao asli Lampung ini memiliki cita rasanya khas yang mampu memikat para konsumen.

Tak hanya dikenal secara lokal, Cokelat Lampung juga merambah target pasar ke provinsi lain, di antaranya Bandung hingga Kalimantan Selatan. Cokelat Lampung menjadi salah satu dari lima start up bisnis mahasiswa yang memenangkan kompetisi Darmajaya Technopreneurship 2017 dan mendapat bantuan modal usaha sebesar Rp10 juta.

Farah mengatakan, kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di Lampung.Sementara itu, cokelat menjadi penganan populer yang cukup digemari masyarakat. Peluang tersebut yang membuat Farah berinisiatif berbisnis Cokelat Lampung sejak Agustus 2017. Kini,Cokelat Lampung telah tersedia di toko oleh-oleh dan minimarket lokal. “Melalui usaha ini, saya bisa meraih omzet hingga Rp5 juta per bulan,” kata dia dalam surat elektronik yang diterima duajurai.co, Kamis, 28/12/2017.

Binti menambahkan, Cokelat Lampung dijual dalam bentuk kemasan 100 gr seharga Rp25 ribu, 250 gram seharga Rp45 ribu, dan 500 gram Rp70 ribu. Mereka menjalankan usaha tersebut dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital. “Selain memasarkan secara langsung kepada teman-teman di kampus, promosi juga dilakukan melalui media sosial, seperti Instagram @coklatlampung_ dan WhatsApp 085200060008. Tak jarang kami menerima orderan konsumen dari luar Lampung, seperti Bandung hingga Kalimantan,” ujarnya.

Menanggapi usaha tersebut, Kepala Inkubator Bisnis dan Teknologi (Inkubitek) IIB Darmajaya Niken Paramitan Sari menyampaikan apresiasi. Menurutnya, Darmajaya Technopreneur merupakan kompetisi usaha bagi mahasiswa dan alumni Darmajaya. Kegiatan itu digelar Inkubitek Darmajaya bekerja sama dengan dosen Darmajaya sebagai pemenang hibah pengabdian kepada masyarakat program IPTEK bagi Kewirausahaan (IbK) dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).

“Tahun depan, kami kembali menggelar Darmajaya Technopreneur. Namun, berubah nama menjadi Darmajaya Start Up Competition 2018. Pendaftaran peserta akan dibuka mulai 13 Januari 2018. Kami berharap, kompetisi ini akan lebih sukses dari program sebelumnya. Semoga bisa memotivasi para mahasiswa Darmajaya melahirkan start up-start up Lampung yang sukses pada masa mendatang,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Final Piala Dunia, Transmart Lampung Tawarkan Boneka Fabola Rp9.900

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Transmart Lampung menawarkan boneka Sitting Football Bear (Fabola) dengan kostum bola …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *