Mantan Anggota DPRD Lampung Cerius Martuabasa Wafat


FX Cerius Martuabsaa | liputan6.com

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co –  Duka menyelimuti keluarga besar PDI Perjuangan Provinsi Lampung. FX Cerius Martuabasa, politikus senior “partai banteng moncong putih” dikabarkan meninggal dunia.

Informasi yang beredar lewat sejumlah grup WhatsApp menyebutkan, Cerius mengembuskan napas terakhir pada Sabtu siang, 16/12/2017, sekira pukul 13 WIB di RS Advent Bandar Lampung karena sakit. Mantan anggota DPRD Lampung tersebut beberapa tahun belakangan diketahui memang bergelut dengan penyakit.

Jenazah Cerius disemayamkan di rumah duka, kediaman kerabatnya C Leysman, Jalan Danau Sentani, Kedaton, Bandar Lampung. Pemberkatan jenazah direncanakan berlangsung malam ini mulai pukul 19.30 WIB. Sementara pemakamkan dijadwalkan pada Minggu besok, 17/12/2017 pukul 11 WIB.

Cerius merupakan anggota DPRD Lampung dari Fraksi PDIP periode 1999-2004. Saat aktif sebagai politikus ia mudah dikenali karena penampilannya yang nyentrik dengan rambut gondrong.

Masa jabatannya sebagai anggota DPRD tidak sampai di ujung. Pada medio 2003, bersama sepuluh kader lainnya ia diberhentikan oleh PDIP karena kukuh mengusung M Alzier Dianis Thabranie-AnshoryYunus dalam Pemilihan Gubernur Lampung pada Desember 2002. Cerius cs dianggap mbalelo karena kala itu pasangan Oemarsono-Syamsurya Ryacudu lah yang direkomendasi DPP PDIP untuk maju dalam pilgub yang masih dilakukan oleh DPRD.

Belakangan, pada Pemilu Presiden 2014, nama Cerius kembali muncul. Lewat organisasi Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) alumnus FISIP Universitas Lampung angkatan 1985 ini aktif menggalang sejumlah relawan di Lampung untuk pemenangan Joko Widodo sebagai Presiden RI.

Selamat jalan Bang Cerius.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Bravo 5 Lampung Beri Ucapan Selamat kepada Erick Thohir

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Relawan Bravo 5 Lampung mengucapkan selamat kepada Erick Thohir sebagai Ketua …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *