Calon Ibu Kota Baru RI Segera Diumumkan, Andi Desfiandi Optimistis Lampung Dipilih


(Kiri-kanan:) Akademisi UBL IB Ilham Malik, Ketua Yayasan Alfian Husin Andi Desfiandi, Pemred duajurai.co Juwendra Asdiansyah, dan Rektor Itera Ofyar Z Tamin seusai acara Kafe Juwe di Studio Radio Andalas, Kamis, 24/8/2017. Saat itu, talkshow tersebut mengupas wacana pemindahan ibu kota dan pusat pemerintahan RI ke Provinsi Lampung. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pemerintah masih melakukan kajian terkait pemindahan ibu kota pemerintahan Republik Indonesia (RI). Menteri PP/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro pada Selasa, 12/12/2017, mengatakan, hingga saat ini ada beberapa pilihan daerah yang akan ditetapkan sebagai ibu kota. Ia memastikan bakal calon ibu kota tersebut akan berada di luar Pulau Jawa.

Kabar tersebut disambut gembira Panitia Kerja (Panja) Forum Group Discussion (FGD) kesiapan Lampung sebagai alternatif ibu kota RI. Inisiator Panja FGD DKI Lampung Dr Andi Desfiandi menyatakan pihaknya optimistis Lampung bakal masuk salah satu daerah yang dibidik pemerintah sebagai calon ibu kota RI.

Insya Allah kami yakin Lampung merupakan salah satu daerah yang dimaksud Menteri PP/Kepala Bappenas sebagai calon ibu kota RI,” katanya kepada duajura.co via WhatsApp, Rabu, 13/12/2107

Andi menandaskan, jika pemerintah benar-benar mengkaji wacana pemindahan ibu kota secara komprehensif dari segala aspek, pihaknya yakin Lampung bakal dipilih. Pasalnya, Bumi Ruwa Jurai memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan daerah lain.

“Apalagi kalau ditambah dengan kajian kebutuhan dana dan skema pembiayaannya. Maka yang paling realistis adalah di Lampung yang memang memilki keunggulan komparatif dan kompetitif dibandingkan daerah lainnya di luar Pulau Jawa,” ujar mantan Rektor IBI Darmajaya ini.

Andi menjelaskan, dana yang dibutuhkan untuk menginisisasi perpindahan ibu kota negara akan jauh lebih murah apabila lokasinya di Lampung. Selain infrastruktur yang sudah dimulai dan sedang berjalan, biaya tenaga kerja, logistik, dan keperluan lainnya juga lebih murah. Apalagi lahan milik pemerintah cukup banyak untuk dialihfungsikan.

Biaya sosial, terus Andi juga rendah karena masyarakat di Provinsi Lampung memamg sudah lama hidup dalam suasana keberagaman. Selanjutnya, apabila skema pembiayaan akan melibatkan investor atau pihak swasta juga akan lebih feasible untuk ditawarkan ke pihak ketiga.

“Karena secara hitungan ekonomi lebih reasonable dan economic of scale-nya juga masuk. Jadi ditinjau dari aspek teknis, sosial, budaya, ekonomi, ketersediaan lahan, pendanaan, keamanan, pertahanan, geopolitik, dan sebagainya, Lampung sangat layak untuk dipertimbangkan menjadi ibu kota pemerintahan NKRI,” beber Ketua Yayasan Alfian Husin ini.

Jika nantinya benar Lampung resmi masuk sebagai calon ibu kota RI, tim Panja DKI Lampung akan melakukan kajian yang lebih komprehensif dengan menggandeng pakar-pakar yang kompeten di segala aspek, termasuk merangkul seluruh pemangku kepentingan.

Selain itu, terus Andi, akan digencarkan usaha-usaha konkret lainnya dalam mempromosikan DKI Lampung, baik di media maupun ke para pemangku kebijakan. Ini semua guna meyakinkan bahwa Lampung merupakan daerah yang paling tepat sebagai ibu kota pemerintahan RI pada masa depan.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat di provinsi ini untuk bersama-sama berjuang mewujudkan DKI Lampung demi kemaslahatan masyarakat Lampung dan Indonesia. Dari Lampung untuk Indonesia,” tutupnya.(*)

Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *