Air Sumur Warga Bakung Kandung Bakteri Coliform, Siddik Ayogo Tuding Masyarakat Jorok


Runah memperlihatkan badan anaknya yang bentol setelah menggunakan air sumur dekat kontrakannya di RT 01/LK II, Kelurahan Bakung, Telukbetung Barat, Bandar Lampung, Sabtu, 2/12/2017. Air yang mereka pakai terkadang berbau tak sedap dan berwarna kekuningan. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Air sumur warga Lingkungan II, Kelurahan Bakung, Kecamatan Telukbetung Barat, Kota Bandar Lampung, dinyatakan positif mengandung Bakteri Coliform yang dapat menyebabkan kanker. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Siddik Ayogo menuding perilaku masyarakat setempat yang jorok.

“Mungkin saja masyarakatnya yang jorok. Bukan berarti bakteri dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung. (Pencemaran) ini bisa saja karena kemiringan di kawasan tersebut luar biasa. Selain itu, sistem lingkungan di Telukbetung Barat terbilang buruk dan tidak terarah dengan baik,” kata Siddik saat dihubungi di Bandar Lampung, Selasa, 12/12/2017.

Menurutnya, Bakteri Coliform yang mencemari sumur warga bisa jadi dari limbah tinja warga setempat. Misal, jarak septic tank tidak sesuai standar. “Jadi, daerah lingkungan rumah mereka sendiri yang tidak beres, bukan karena persoalan di TPA Bakung. Sebab, tempat tinja itu jauh dari permukinan warga. Saya sudah cek,” ujarnya.

Siddik berpendapat, mestinya, kawasan TPA merupakan daerah hijau. Selain itu, memiliki pengaturan sistem lingkungan, bukan jadi permukiman warga. Tapi, kenyataannya di kawasan tersebut terdapat permukiman warga. “Makanya, kami memperbaiki Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di TPA Bakung. Tujuannya, agar pembuangan tinja menjadi terarah. Percayalah, saya akan semaksimal mungkin menjalankan tugas,” kata dia.

UPTD Balai Laboratorium Kesehatan Lampung telah selesai memeriksa sampel air sumur di Bakung. Sampel itu dibawa duajurai.co dari sumur warga di RT 01 dan RT 08/Lingkungan II, Kelurahan Bakung. Hasil pemeriksaan laboratorium, sampel air sumur itu positif tercemar Bakteri Coliform.

Sebelumnya, instalasi pengolahan limbah tinja di TPA Bakung tak berfungsi maksimal lagi. Sehingga, mobil tinja membuang limbah kotoran manusia itu ke tempat pembuangan sampah tanpa pengolahan terlebih dahulu. Hal tersebut disayangkan aktivis dan pemerhati lingkungan. Sebab, pembuangan limbah itu dapat mencemari air permukaan dan berimbas ke sumur warga sekitar Bakung.(*)

Baca berita terkait:

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Longsor, Teras Kontrakan di Kaliawi Bandar Lampung Timpa 5 Anak Kecil

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Teras kontrakan di Jalan Raden Fatah, Kelurahan Kaliawi, Tanjungkarang Pusat, Bandar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *