Air Positif Kandung Bakteri Coliform, Warga Bakung Disarankan Beri Kaporit ke Sumur


SEORANG warga sedang menimba air sumur di Jalan Tulung Buyut, RT 01/LK II, Kelurahan Bakung, Telukbetung Barat, Bandar Lampung, Sabtu lalu, 2/12/2017. Air sumur itu berbau tak sedap dan agak berwarna kekuningan. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Balai Laboratoriaun Kesehatan Provinsi Lampung menyatakan, sampel air sumur di Lingkungan (LK) II, Kelurahan Bakung, Kecamatan Telukbetung Barat, Kota Bandar Lampung, positif mengandung bakteri Coliform yang dapat menyebabkan penyakit. Untuk itu, warga setempat yang ingin menggunakan air disarankan memberikan kaporit ke dalam sumur.

“Untuk mematikan bakteri di sumur, warga bisa menggunakan kaporit dengan takaran sesuai standar,” kata Sutarji, Kasi Pelayanan Laboratorium Klinik UPTD Balai Laboratoriaun Kesehatan Lampung, saat ditemui di kantornya, kemarin.

Dia mengatakan, sampel air sumur warga Bakung di RT 08/LK II, Bakung, lebih besar kadar bakteri Coliform-nya dibanding sampel air sumur warga di RT 01. Semakin banyak kadar bakteri Coliform, maka potensi menyebabkan berbagai jenis penyakit juga semakin besar. “Perbedaan kadar bakteri itu dipengaruhi struktur tanah, sistem penyerapannya, dan aliran air,” ujarnya.

Menurut Sutarji, bakteri Coliform adalah bakteri-bakteri yang dihasilkan dari pencernaan manusia. Sehingga, Coliform yang terkandung dalam sampel air sumur tersebut bisa berasal dari tinja manusia. “Kalau dilihat dari hasil pemeriksaan ini, air sumur sudah tercemar. Tapi, perlu diperiksa lebih lanjut untuk memastikan sumber bakterinya,” kata dia.

Sejumlah warga Kelurahan Bakung terkena penyakit kulit setelah mengonsumsi air sumur. Air yang mereka pakai terkadang berbau tak sedap dan berwarna kekuningan. “Anak bungsu saya yang berusia empat bulan, Fani, baru saja sembuh dari sakit kulit. Kasihan badannya merah-merah dan berisi air, seperti nanah. Kata dokter di Puskesmas Bakung sih cacar air, tapi saya gak tahu persis. Yang pasti selama sebulan anak saya menangis terus karena kulitnya bentol,” kata Runah (36), warga setempat.(*)

Baca juga Hasil Lab: Sampel Air Sumur Warga Bakung Kandung Bakteri Coliform

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Kelangkaan Premium Pengaruhi Penghasilan Sopir Angkot Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kelangkaan premium di pasaran ternyata memengaruhi penghasilan sopir angkutan kota (angkot) di Bandar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *