Survei Rakata: Peluang Ridho Ficardo Maju Pilgub Lampung Tipis


DIREKTUR Rakata Institute Eko Kuswanto (berdiri) menyampaikan hasil survei terkait Pilgub Lampung 2018 di Kafe D’Music, Bandar Lampung, Senin, 11/12/2017. Berdar survei Rakata, peluang petahana M Ridho Ficardo untuk maju dalam Pilgub Lampung terbilang tipis. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Rakata Institute kembali mengadakan survei terkait Pilgub Lampung pada 2018. Berdasar survei bertajuk “Pilkada Tanpa Petahana (?)” itu, peluang petahana M Ridho Ficardo untuk maju dalam Pilgub Lampung terbilang tipis.

Direktur Rakata Institute Eko Kuswanto mengatakan, selama rentang tujuh bulan sejak hasil survei pertama Rakata, petahana tidak bisa melewati batas aman. Menurut survei Rakata yang melibatkan 400 responden di Lampung itu, publik yang menginginkan gubernur baru sebanyak 70,25%; tidak menginginkan gubernur baru sebanyak 12,00%; dan 17,75% menjawab tidak tahu atau tidak jawab.

“Kami lihat, tren keinginan publik untuk memiliki gubernur baru dari Mei hingga Desember 2017, konsisten pada level lebih besar dari 50%. Secara elektoral, angka ini tidak aman bagi petahana. Sebab, lebih dari separuh pemilih menghendaki gubernur baru,” kata Eko saat menyampaikan hasil survei di Kafe D’Music, Jalan Gatot Subroto, Bandar Lampung, Senin, 11/12/2017.

Begitu juga dengan survei elektabilitas. Untuk pertama kali dalam rentang Mei hingga Desember, petahana berada pada posisi keempat dengan elektabilitas 12%. Posisi Ridho d bawah Mustafa yang memiliki angka 18,25%; Herman HN 17,75%; dan urutan ketiga Arinal Djunaidi 14,75%.  “Akan tetapi, persaingan ketat keempat kandidat ini akan membuat peta politik terus berubah. Sebab, masih ada swing voters yang cukup tinggi, yakni sekitar 37,25%,” ujarnya.

Eko menambahkan, melihat dari empat indeks, yakni elektabilitas, partai koalisi, tingkat kepuasan, dan keinginan gubernur baru, maka Ridho tak memiliki peluang menjadi kandidat yang maju ke tahapan selanjutnya. Sebab, Ridho memiliki indeks negatif, yakni -0,80. “Angka itu terendah dibanding tiga kandidat lainnya. Tapi, Ridho masih bisa mempertimbangkan ini, dan masih ada waktu mengejar ketertinggalan selama sebulan ke depan,” kata dia.

Rakata Institute mengadakan survei pada 30 November 2016-4 Desember 2017. Survei tersebut menggunakan metode stratified random sampling dengan jumlah 400 responden. Sampel berasal dari kabupaten/kota di Lampung yang terdistribusi secara proporsional Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Adapun tingkat kepercayaan 95% dengan margin of error sekitar 5%.(*)

Laporan Imelda Astari


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top