Stadium General Darmajaya Lampung, Maman Suherman Ajak Mahasiswa Rajin Baca


NOTULEN Indonesia Lawak Klub (ILK) Maman Suherman menjadi pembicara Stadium General yang digelar Program Minat Bakat Darmajaya Lampung di Gedung Sumpah Pemuda, kompleks PKOR Way Halim, Bandar Lampung, beberapa waktu lalu. Pada kegiatan tersebut, Maman mengajak para mahasiswa di Lampung meningkatkan budaya intelektual dengan rajin membaca dan menulis. | Humas IIB Darmajaya

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Maman Suherman, penulis buku dan Notulen Indonesia Lawak Klub (ILK), mengajak mahasiswa untuk meningkatkan budaya intelektual dengan rajin membaca dan menulis. Ajakan tersebut disampaikan Maman saat mengisi Stadium General Program Minat Bakat Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya di Gedung Sumpah Pemuda PKOR Way Halim, Bandar Lampung, beberapa waktu lalu.

Mentor Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) itu mengatakan, United Nation Education, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) pernah menyampaikan bahwa minat baca masyarakat Indonesia hanya 0,001%. Artinya, dari 1000 orang, hanya satu yang rajin membaca. Sementara, Indonesia masuk lima besar pengguna Twitter paling cerewet, di mana pada 2016 dihasilkan 4,1 miliar tweet.

“Biasanya, orang Indonesia buka buku karena mau ujian tengah semester, ujian akhir semester, ujian nasional, atau menyusun skripsi, selebihnya tidak suka membaca. Tapi, di media sosial sangat aktif berkomentar. Sehingga, tidak heran seseorang berbicara, tapi tidak pernah membaca. Kata-kata yang muncul isinya seringkali hanya tentang cacian, makian, marah-marah, dan menjelek-jelekan orang lain,” kata Maman dalam surat elektronik yang diterima duajurai.co, Senin, 11/12/2017.

Dia melanjutkan, budaya anak muda sekarang pun telah berubah. Dahulu sebelum makan diawali dengan Bismillah, dan akhiri dengan Alhamdulillah. Kini berubah, sebelum makan diawali dengan foto selfie dan diakhiri dengan foto selfie. “Tempat paling sepi selain kuburan dan kamar mayat adalah perpustakaan. Padahal, dengan membaca seseorang mengenal dunia, dan dengan menulis bisa dikenal dunia serta karya yang abadi. Untuk itu, mari tingkatkan budaya intelektual dengan rajin membaca dan menulis. If you change you word, you can change you world,” ujarnya.

Selain Maman, kegiatan yang dibuka Kepala Diskominfotik Lampung Achmad Chrisna Putra itu juga menghadirkan Sultan Kerajaan Adat Skala Brak SPDB Edward Syah Pernong. Mantan Kapolda Lampung tersebut mengajak mahasiswa untuk belajar berbahasa Lampung. Jangan malu menggunakan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari untuk melestarikan kebudayaan daerah. “Sang Bumi Ruwa Jurai memiliki makna di dalam satu bumi. Lampung terdapat dua masyarakat, yakni pesisir dan pepadun. Dalam tafsiran lain juga disebut peduduk asli dan pendatang yang mampu menyatu,” kata dia.

Sementara itu, Muprihan Thaib, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pemasaran, dan Kerja Sama IIB Darmajaya, mengapresiasi penyelenggaraan Stadium General bertajuk “Peningkatan Kearifan Lokal Melalui Peran Mahasiswa yang Berbudaya Intelektual”. Dia berharap, kegiatan tersebut dapat bermanfaat bagi seluruh peserta untuk menambah wawasan. “Sehingga, menjadi generasi-generasi muda yang cerdas, berkarakter, berbudaya, dan mampu membanggakan bangsa,” ujarnya.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Wisuda Perdana, Universitas Mitra Indonesia Luluskan 671 Wisudawan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Universitas Mitra (Umitra) Indonesia mengadakan wisuda perdana sejak menjadi universitas di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *