Atraksi Wisata Lampung Terbaru, Pasar Tahura Sediakan Jajanan Tradisional-Kekinian


SUASANA Pasar Tahura di Youthcamp Tahura Wan Abdul Rahman (WAR), di Desa Hurun, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, kemarin. Wisata kuliner ini akan hadir setiap Minggu mulai pukul 7-15 WIB. | Yopie Pankey

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Lampung kali ini memiliki atraksi wisata baru yakni Pasar Tahura di Youthcamp Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rahman (WAR), di Desa Hurun, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran. Atraksi wisata yang baru dibuka kemarin tersebut diinisiasi oleh Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Lampung, bekerja sama dengan masyarakat sekitar.

Berdasar rilis yang diterima duajurai.co, Senin, 11/12/2017, Pasar Tahura akan hadir setiap hari Minggu mulai pukul 7-15 WIB. Pasar Tahura dimeriahkan dengan suguhan aneka kuliner khas Lampung dan Nusantara, dikombinasikan hiasan-hiasan yang disukai anak muda kekinian. Meskipun demikian, konsep yang diangkat tetap ramah lingkungan.

“Ada 12 penjual dan booth makanan yang bergabung di acara kami. Sepuluh di antaranya dari masyarakat sekitar yang menjajakan makanan tradisional Indonesia, seperti pecel, bakso, somay, dugan, dan aneka kripik. Sedangkan 2 booth sengaja kami bawa dari Bandar Lampung karena mereka menawarkan makanan khas Lampung dan Nusantara dengan tampilan sajian yang menawan,” kata Ketua Pelaksana Pasar Tahura Khoerur Rizky.

Rizky berharap, makanan dan tampilan dari kedua resto terkenal di Bandar Lampung tersebut bisa menularkan ide-ide baru bagi masyarakat sekitar Youthcamp yang bergabung di acara Pasar Tahura. Sehingga ke depan, masyarakat bisa menyajikan makanan dengan lebih indah dan tetap memperhatikan kebersihan dan kesehatan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung Budiharto yang hadir mengatakan, Pasar Tahuran merupakan gagasan yang inovatif. “Anak-anak muda ini sanggup melihat potensi pariwisata Lampung dengan memilih lokasi di Youthcamp Tahura Wan Abdul Rahman. Genpi selanjutnya bisa gandeng travel agent agar membelokkan sebentar para wisatawan ke pasar kuliner ini,” kata dia.

Budiharto juga mengapresiasi usaha Genpi Lampung dalam mempromosikan kegiatannya di media sosial. Menurutnya, Pasar Tahura dikunjungi banyak orang dengan persiapan kurang dari dua minggu. “Saya lihat banyak pengunjung dari Bandar Lampung yang datang. (Kemudian) yang saya tahu, persiapan mereka tidak sampai dua minggu, namun dapat menggerakkan masyarakat untuk datang,” ujarnya.

Genpi merupakan sebuah komunitas pariwisata di bawah naungan Kementerian Pariwisata RI. Selain melakukan penyebaran informasi positif terkait pariwisata, mereka juga membuat acara offline seperti konsep Pasar Tahura ini. Selain itu, Genpi menggunakan kekuatan media sosial untuk mendatangkan pengunjung.(*)

Baca juga Wisata Alam-Kuliner di Pesawaran, Genpi Lampung Buka Pasar Tahura


Komentar

Komentar

Check Also

Peserta FLS2N Belum Tiba di Lampung, Kemendikbud Sebut karena Kabut Asap

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi resmi membuka Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) ke-16 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *