Pengelola Larang Pedagang Asongan Masuk Area Lampung Fair


Jihad Akbar Samburang (pegang mikrofon), Publik Relation Lampung Fair, memberi keterangan kepada jurnalis saat konferensi pers di Ruang Rapat Diskominfo Lampung, Kamis, 7/12/2017. Dalam keterangannya, dia mengatakan bahwa sebanyak 432 stan telah membayar untuk menjadi peserta Lampung Fair. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pihak pengelola memastikan pelaksanaan Lampung Fair di PKOR Way Halim, Bandar Lampung, akan lebih elegan. Sebab, pengelola melarang para pedagang asongan masuk area Lampung Fair.

Nantinya, mereka akan diberi tempat tersendiri, sehingga tetap bisa dijangkau masyarakat. “Kami sedang koordinasi di mana penempatannya. Mereka akan tetap diberikan area khusus di luar area Lampung Fair. Jadi, kami memang bekerja sama dengan para koordinator pedagang,” kata Jihad Akbar Samburang, Publik Relation Lampung Fair, saat konferensi pers di Ruang Rapat Diskominfo Lampung, Kamis, 7/12/2017.

Dia mengatakan, pihaknya juga bekerja sama dengan kepolisian dan TNI terkait pengamanan. Hal tersebut guna menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Sehingga, Lampung Fair yang digelar setiap tahun dapat berjalan dengan lancar.

Mengenai terobosan atau hal baru pada Lampung Fair tahun ini, kata Jihad, lebih kepada pelayanan publik. Misal, pihaknya bekerja sama dengan Uber dengan memberikan diskon bagi pengunjung Lampung Fair yang menggunakan Uber. “Untuk anggara, kami tidak mengandalkan APBD Lampung. Kami mengambil dana dari pendaftaran stan Lampung Fair, tiket masuk, dan parkir,” ujarnya.(*)

Baca juga Minimalkan Pungli, Tiket Lampung Fair akan Dipindai

Laporan Imelda Astari


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top