Musim Hujan, BI Lampung Minta Waspada Meningkatnya Risiko Tekanan Inflasi


Inflasi | ilustrasi/ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung meminta mewaspadai meningkatnya risiko tekanan inflasi yang bersumber dari gejolak harga kelompok komoditas pangan (volatile food) dan administered prices. Gejolak dimaksud karena beberapa faktor, salah satunya musim hujan.

“Pertama, masuknya musim hujan dan cuaca yang kurang kondusif (Siklon Tropis Dahlia) berpotensi memengaruhi pasokan komoditas akibat kerentanan produksi dan Organisme penganggu tanaman (OPT), serta gangguan distribusi,” demikian siaran pers BI Lampung yang diterima duajurai.co, kemarin.

Kedua, mulai meningkatnya harga minyak dunia akan memperbesar peluang kenaikan BBM. Kenaikan tersebut bisa berdampak pada tarif angkutan umum maupun angkutan barang. Ketiga, risiko meningkatnya harga beras akibat belum lancarnya penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras, khususnya kualitas medium dan premium. Keempat, potensi peningkatan permintaan pada akhir tahun, terutama angkutan.

Untuk itu, BI menilai, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Pangan perlu melanjutkan upaya stabilisasi harga di Lampung. Stabilisasi dimaksud bisa ditempuh melalui beberapa cara. Pertama, menjaga ketersediaan pasokan bahan kebutuhan pokok dalam jumlah yang memadai dan harga yang terjangkau, serta upaya menjaga kelancaran distribusi pasokan komoditas. Kedua, merumuskan tarif angkutan secara bijak serta memantau implementasinya.

Ketiga, menunjuk badan/lembaga untuk mengawasi kualitas dan peredaran beras premium dan medium serta sosialisasi penerapan HET kepada masyarakat. Keempat, mendorong masyarakat untuk merencanakan liburan akhir tahun dengan lebih baik, antara lain dengan pemesanan tiket angkutan lebih awal. Sehingga, dapat mengurangi lonjakan permintaan pada akhir tahun.(*)


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top