IPLT TPA Bakung Over Kapasitas, Kementerian PU-Pera Susun DED


Dardjat Widjunarso, Kepala Satker PSPLP Kementerian PU-Pera. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung, Kota Bandar Lampung, mengalami over kapasitas. Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) melalui Satuan Kerja (Satker) Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman (PSPLP) sedang menyusun Detail Engineering Design (DED) guna mengoptimalkan IPLT TPA Bakung.

“Jadi, kami lakukan review dahulu pada 2018. Tujuannya, untuk mengetahui apa yang harus ditangani. Sehingga, perbaikan IPLT TPA Bakung bisa sempurna pada 2019,” kata Dardjat Widjunarso, Kepala Satker PSPLP Kementerian PU-Pera, usai menghadiri focus group discussion (FGD) di Hotel Marcopolo, Bandar Lampung, Rabu, 6/12/2017.

Dardjat mengatakan, nantinya, dalam penyusunan DED tersebut ada penambahan drying area. Karena itu, pengelola IPLT mengusulkan penambahan lahan hingga tepi jalan TPA Bakung. Dengan demikian, pagar yang mengelilingi kawasan TPA Bakung akan dirubuhkan. “Sebetulnya, ini tanggung jawab UPT untuk memperbaiki IPLT. Tapi, kami paham (kendalanya). Sebab itu, kami memperbaiki IPLT pada 2019,” ujar dia.

Sebelumnya, Dardjat menilai pengoperasian IPLT di TPA Bakung tak sesuai standar operasional prosedur (SOP). Sebab, IPLT Bakung digunakan untuk menampung limbah tinja dari luar Bandar Lampung. “Kalau terjadi over kapasitas berarti ada tinja dari luar Kota Bandar Lampung yang masuk ke IPLT Bakung. Artinya, bukan perencanaannya yang salah, tetapi operasionalnya. Kan kami punya SOP. Nah, SOP itu tolong dipakai,” kata dia.(*)

Baca Soal Tinja, Pengoperasian IPLT di TPA Bakung Dinilai Tak Sesuai SOP

Laporan Imelda Astari


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top