CITIZEN REPORTER: Kala Ambulans Terjebak Kemacetan di Bandar Lampung


Ambulans terjebak macet | ilustrasi/ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sirene ambulans dari arah Rajabasa ke arah Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung meraung-raung pada Minggu lalu, 3 Desember 2017, pukul 16.30 WIB. Tepat di depan Kantor PTPN VII, kendaraan untuk mengangkut orang sakit itu terpaksa berhenti karena kemacetan yang luar biasa.

Kesemrawutan lalu lintas di persimpangan Jalan Urip Sumoharjo membuat lalu lintas semakin parah. Sebab, tak ada pengendara yang mau mengalah. Raungan sirene ambulans yang terus terdengar tampak tak digubris kebanyakan pengendara. Entah apa yang ada dalam pikiran mereka. Mungkin hanya berusaha menerobos kemacetan. Dalam hati, saya menggerutu sendiri. Sementara, sirene dan klakson kendaraan bersahut-sahutan.

Ketika melewati perempatan Urip Sumoharjo, saya mencoba mencari tahu penyebab kemacetan. Rupanya, lampu lalu lintas yang seharusnya tidak boleh belok kanan, apalagi U-turn (putaran balik) dipenuhi kendaraan.

Saya jadi teringat pelajaran etika berkendara. Ketika terdengar sirene ambulans, mobil pemadam kebakaran, dan polisi, maka pengendara harus menepi dan berhenti untuk memberi kesempatan mereka lewat. Untuk memuaskan hati, saya mencoba mencari tahu aturan tentang mendahulukan ambulans.

Melalui laman Kompasiana, saya mendapatkan info bahwa mendahulukan ambulans diatur dalam UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam Pasal 134 disebutkan bahwa ambulans yang mengangkut orang sakit merupakan kendaraan dengan prioritas utama setelah kendaraan pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas. Jadi, urutanya lebih penting dibandingkan kendaraan pimpinan lembaga negara, kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing, serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara, dan iring-iringan pengantar jenazah.

Saya juga jadi bertanya-tanya, kenapa kalau ada pejabat mau lewat banyak polisi yang berjaga. Namun, ketika tadi semrawut, ada ambulans sampai ikut macet tapi wnggak ada polisi di sana. Kalau kata penyanyi Roma Irama sungguh “Terlalu” ! Katanya, ambulans memiliki prioritas yang lebih utama dari iringan pejabat.(*)

Dr Eng Admi Syarif | Dosen Fakultas MIPA Unila melaporkan untuk duajurai.co


Komentar

Komentar

Check Also

Soal Kemacetan di Panglima Polim, Pemkot Bandar Lampung Kerahkan Petugas

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung akan mengerahkan petugas untuk mengurai kemacetan di …

Satu komentar

  1. Karena tidak adanya empati. Mereka lebih mementingkan diri sendiri. Mereka lebih takut pada Mobil Pemadam Kebakaran karena sosoknya lebih menakutkan dan besar, dan biasanya lebih agresif cara mengemudinya . . . .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *