ADVERTORIAL: Berkat Ronda, Banyak Pemda di Indonesia Ingin Kunjungi Lampung Tengah


BUPATI Lampung Tengah Mustafa meresmikan pos ronda di Dusun IV, Kampung Adijaya, Kecamatan Terbanggi Besar, Lampung Tengah malam tadi, Minggu, 7/1/2016. | ruangmustafa.com

GUNUNGSUGIH, duajurai.co – Upaya Bupati Lampung Tengah Mustafa menjaga keamanan lewat program ronda merupakan sebuah terobosan. Meski hal biasa, namun konsepnya yang menggerakan seluruh masyarakat dan terjun langsung mengikutinya merupakan kelebihan ronda yang dicanangkan Mustafa. Bahkan berkat program ronda ini, Lampung Tengah berpeluang menjadi destinasi wisata nasional.

Kepala Pusat Inovasi Tata Pemerintahan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Andi Taufik saat melakukan kunjungan ke Lamteng mengatakan, budaya ronda yang dilakukan Bupati Mustafa, sering disampaikan pada pertemuan di tingkat nasional..

“Budaya ronda di Lampung Tengah tersistem dan terintegrasi ke pelayanan publik. Apalagi Bupati Lampung Tengah mau terjun langsung. Saya rasa di Indonesia tidak ada Bupati yang seperti itu. Budaya ronda yang dilakukan Pak Bupati sudah sering dibahas dan dipertontonkan di beberapa pertemuan nasional. Banyak daerah lain yang tertarik,” ujar Andi saat menggelar rapat bersama Dewan Riset Daerah (DRD) Lamteng, Selasa, 5/12/2017.

Ketertarikan daerah atau provinsi lain untuk mempelajari program ronda, lanjut Andi, akan membuka peluang Lampung Tengah sebagai destinasi nasional. Sejumlah pemerintah daerah diprediksi akan melakukan kunjungan untyk mengetahui konsep ronda yang dilakukan di Lamteng.

“Jangan heran kalau nanti bakal banyak daerah lain yang ingin ke Lamteng untuk belajar konsep keamanan yang dibangun Pak Mustafa. Ini adalah peluang yang harus kita tangkap. Saya sendiri baru pertama kali ke Lamteng. Ketika mendengar Lampung Timur, Bandar Lampung, Lampung Utara, Lampung Tengah, saya hanya berpikir Lampung. Tapi sejak tahu ronda, saya jadi tahu itu semua kabupaten yang berbeda-beda,” paparnya dilansir ruangmustafa.com

LAN RI telah menetapkan lima kabupaten/kota se-Indonesia yang dipilih menjadi penyelenggara laboratorium inovasi. Di Provinsi Lampung, hanya Lamteng yang terpilih. Sedangkan empat lainnya yakni Kabupaten Sragen, Kabupaten Muna di Sulawesi, Kabupaten Bone, dan Kota Surakarta.

“Laboratorium inovasi ini dibiayai oleh APBN. Saya sebagai tim leader saat pertama kali tidak bisa mendampingi. Baru kali ini datang ke Lampung Tengah dan ini menjadi pengalaman yang baik. Karena orang hanya hanya mengetahui Lampung. Padahal, ada banyak kabupaten salah satunya Lampung Tengah ini dan namanya hampir mirip,” ujar Andi Taufik.

Bupati Mustafa berterimakasih program ronda yang digagasnya diapresiasi di tingkat nasional. Terlebih program ronda dapat ditiru oleh kabupaten/kota lain di Indonesia untuk menciptakan keamanan daerah dengan sistem yang berkaitan langsung kepada pelayanan publik.

Mustafa yang lebih dikenal dengan Bupati KECe dalam kesempatan tersebut memberikan paparan singkat satu per satu inovasi yang dilakukan pihaknya. Antara lain di bidang pertanian dengan konsep One Zone One Product. Tujuan konsep tersebut untuk menjaga stabilitas harga komoditas pertanian.

Kemudian mengubah perwajahan dan pelayanan serta keamanan di Rumah Sakit Daerah Demang Sepulau Raya. “Alhamdulillah, sekarang rumah sakit daerah sudah ramai. Tahun ini direncanakan akan mendapatkan akreditasi paripurna dari lembaga akreditasi. Selanjutnya, ada program “Jemput Sakit, Pulang Sehat” dengan menggratiskan semua ambulans di puskesmas,” paparnya.

Di sisi pembangunan, tahun ini direalisasikan Tugu Gajah dan Tugu Canang. Kemudian dibangun 740 kilometer jalan terpanjang, serta jalan beton dari Anaktuha sampai Bandarjaya. “Semua itu, dalam upaya menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujarya.

Pada kesempatan itu, Mustafa juga meminta kepada kepala organisasi perangkat daerah (OPD) untuk bekerja serius dan sungguh-sungguh demi kemajuan daerah Lamteng. “Dinas yang kinerjanya baik akan diberikan reward. Sebaliknya dinas yang kinerjanya buruk akan saya berikan punishment,” tegasnya.(*adv/12/2017)


Komentar

Komentar

Check Also

Hari Toilet Sedunia, YKWS-Pemkab Pringsewu Gelar Sanitation Goes to Campus

PRINGSEWU, duajurai.co – Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) bersama Pemerintah Kabupaten Pringsewu menggelar Sanitation Goes …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *