Hadirkan Ustaz Mumuy, Peringatan Maulid Nabi di Campang Jaya Bandar Lampung Dihadiri 1.500an Warga


RATUSAN warga tampak antusias mendengarkan ceramah Ustaz Mumuy di Kampung Beringin, Kecamatan Campang Jaya, Bandar Lampung. Setidaknya, ada 1.500an warga yang hadir dalam acara tersebut. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pagi-pagi sekali, ribuan warga sudah berkumpul di area Masjid Jami Al Muflihin, Kelurahan Campang Jaya, Bandar Lampung. Mereka tumpah ruah dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang terpusat di Kampung Beringin, Minggu pagi, 3/12/2017.

Masing-masing rukun tetangga (RT) membawa armada masing-masing, yang ditumpangi hasil kreasi warga, berupa umbul-umbul dan diorama yang dibuat dari kayu dan kertas. Diorama dibuat dalam aneka bentuk seperti unta, gajah, burung, masjid, kakbah, dan banyak lagi. Diorama juga tampak ditempeli berbagai penganan ringan, sayur mayor, kembang telur, uang kertas, dan lain-lain.

Setelah semua peserta berkumpul, prosesi arak-arakan mengelilingi kampung dimulai. Dengan tertib, ribuan warga memasuki gang demi gang di Campang Jaya sesuai gilirannya. Arak-arakan juga disaksikan sejumlah warga lainnya, yang kemudian membuat acara semakin ramai.

Arak-arakan selesai, acara justru semakin meriah. Hadir mengisi acara selanjutnya yakni Ustaz Mumuy Abdul Mukti, dai berperawakan mungil asal Lampung, jebolan ajang pencarian bakat Akademi Sahur Indonesia 2015. Warga tampak antusias mendengarkan ceramah dalam acara puncak tersebut.

“Alhamdulillah, acara disambut antusias oleh masyarakat Campang Jaya. Pagi ini, sekitar 1.500an masyarakat tumpah ruah, membaur dengan suasana yang kompak, memperingati Maulid Nabi,” kata Sumirta, ketua pelaksana kegiatan, kepada duajurai.co, Minggu pagi, 3/12/2017.

Menurut pria yang biasa disapa Amir tersebut, acara sengaja digelar di Kampung Beringin karena lokasinya yang strategis. Selain dekat dari kampung-kampung di Kecamatan Campang Jaya, Kampung Beringin juga relatif mudah dijangkau dari kampung-kampung di Kecamatan lain.

“Di sesi arak-arakkan, ada simbol-simbol. Misalnya Buroq yang menjadi kendaraan Nabi Muhammad saat nabi naik ke langit ke tujuh, untuk mendapatkan perintah salat,” tambahnya.

Amir mengaku, Buroq memang digambarkan seperti cahaya. Namun yang ditampilkan masyarakat yakni menyerupai kuda, merupakan gambaran masyarakat saja. “Kami lebih bagaimana memaknainya saja, dan menanamkan kepada generasi muda tentang nilai-nilai Islam,” ujarnya.

Mengangkat tema “Dengan memperingati hari besar Islam, kita perkuat ukhuwah islamiyah sesama muslim di Campang Jaya”, acara tersebut menggunakan dana murni urunan dari warga. “Dengan dana penuh swadaya masyarakat. Murni dana dari masyarakat, tak ada yang lain. Artinya ini memang kemauan masyarakat,” tambahnya.(*)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Tarahan Kembali Terendam Banjir, Pemkab Lampung Selatan Lakukan Pendataan

KATIBUNG, duajurai.co – Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, kembali terendam banjir, Rabu, 12/12/2018. Sebelumnya, kawasan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *