Sumur Instalasi Penuh, Tinja di TPA Bakung Bandar Lampung Cuma Dibuang ke Lubang Galian


SEBUAH truk tangki tinja yang sedang membuang muatannya di lokasi pembuangan sampah TPA Bakung, Telukbetung Barat, Bandar Lampung, Minggu, 26/11/2017. Setidaknya ada 20 truk yang membuang tinja di sana setiap hari. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co– Bau tidak sedap langsung menusuk hidung begitu memasuki tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah Bakung, Telukbetung Barat, Bandar Lampung. Tak ayal, di sekeliling lokasi tampak bukit-bukit sampah yang menjadi pemandangan utama.

Pantauan duajurai.co, Minggu, 26/11/2017, sejumlah pemulung tampak hilir mudik memilah rongsokan dari tumpukkan sampah yang menggunung. Begitu truk sampah tiba, seketika, pemandangan bak semut mengerubungi gula. Sampah yang baru datang itu, langsung jadi perhatian.

Bau tidak sedap ternyata tidak hanya dari sampah-sampah itu. Menjelang petang, sebuah mobil pengangkut tinja tiba di Bakung. Mobil tersebut seharusnya berhenti di instalasi pengelolaan tinja, yang berada sekitar 50 meter dari gerbang utama TPA Bakung. Namun, mobil justru berhenti dan menumpahkan muatannya ke sumur galian yang berada sekitar 30 meter dari sumur instalasi.

Firman, sopir truk mengatakan bahwa kotoran manusia yang ia bawa itu merupakan limbah yang ia sedot dari rumah warga di Bandar Lampung. Ia mengaku tidak tahu alasan pasti limbah tersebut dibuang begitu saja di lubang galian. “Katanya di sumur sudah penuh, nggak muat lagi. Jadi saya ikutin mobil-mobil yang lain, buang di sini saja. Saya juga nggak terlalu paham alasannya kenapa,” kata dia saat ditemui duajurai.co di lokasi, Minggu sore, 26/11/2017.

Firman mengaku, ia dan rekannya membuang 1-2 tangki limbah tinja per hari. Pembuangan dilakukan di lokasi yang sama. Menurutnya, lebih dari 20 truk tangki tinja yang masuk ke TPA Bakung setiap hari. “Saya memang baru sekitar seminggu ini kerja mengangkut tinja. Bingung mau buang ke mana, taunya di sini, ya sudah,” katanya.

Ditemui secara terpisah, pemulung di TPA Bakung Sahrudi (30) membenarkan bahwa mayoritas tangki tinja itu dibuang ke area sampah, bukan ke sumur. “Mestinya kan ke sumur tinja itu (instalasi). Tapi memang sumurnya sering luber. Kalau hujan, air tinjanya bisa mengalir ke siring sampai ke area rumah warga,” kata dia.(*)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Baru Dilantik, Agus Djumadi Awasi Perbaikan Jalan di Gunung Terang Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sehari setelah dilantik menjadi anggota DPRD Bandar Lampung, Agus Djumadi langsung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *