Duh, Kolam Bekas Pengolahan Tinja Ini Jadi Tempat Berenang Anak-anak Bakung Bandar Lampung


AKSI Mino Gustiawan, Doni, Arill, dan Abdul Malik saat berenang di kolam berisi air sisa pengolahan tinja di TPA Bakung, Telukbetung Barat, Bandar Lampung, Minggu, 26/11/2017.| Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co– Sayup-sayup suara gelak tawa dan canda anak-anak terdengar dari balik gunungan sampah, di tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah Bakung, Telukbetung Barat, Bandar Lampung, Minggu, 26/11/2017. Di bawah langit sore yang mendung, 4 bocah tampak gembira, melenggang ke arah instalasi pengelolaan limbah tinja di area TPA Bakung.

Di tangan mereka, tampak segumpal umpan dan tali pancing. Sambil bercanda, keempat anak itu menuju kolam yang letaknya paling ujung. Kolam-kolam di sana meskipun berisi banyak ikan, namun airnya merupakan sisa pengolahan tinja. Selain itu, kolam juga dipenuhi sampah. Tak banyak berpikir, anak-anak itu langsung memasang kail dan mulai memancing.

Mereka yakni Mino Gustiawan (7), Doni (8), Aril (10), dan Abdul Malik (11). Keempatnya merupakan siswa SDN 1 Bakung. Mino mengaku sering mandi dan memancing di kolam tersebut bersama rekan-rekannya. “Ikannya nanti digoreng di rumah. Untuk makan pakai nasi, enak banget,” katanya.

Setelah mendapatkan beberapa ekor ikan sepat, empat sekawan itu kemudian memutuskan untuk mandi. Sambil terus diiringi canda tawa, mereka berlomba saling menunjukkan kelihaian berenang di kolam setinggi satu meteran itu. “Airnya mantap. Agak manis, nggak asin kayak air laut, kok,” kata Abdul Malik saat duajurai.co mengambil gambar.

Walaupun air kolam dipenuhi sampah dan berbau tidak sedap, mereka mengaku tidak risih dan tidak pernah gatal-gatal. “Saya nggak pernah sakit walaupun mandi di sini. Cuma pernah kena beling kakinya, berdarah. Tapi nggak kapok, nggak ada kolam lain sih. Saya pengen berenang, jadi ya di sini aja,” kata Aril.

Aksi berenang di kolam tinja itu tampaknya sudah menjadi hal yang lumrah. Sejumlah orang dewasa yang berlalu lalang di TPA Bakung tampak cuek-cuek saja menyaksikan tingkah bocah-bocah SD itu. Bahkan, ibu salah seorang anak itu hanya meneriaki agar anaknya segera pulang, karena sudah terlalu lama berenang.

Menjelang petang, empat sekawan itu memutuskan berhenti berenang dan melanjutkan memancing. Hari hampir gelap ketika mereka memutuskan untuk pulang. Mereka meneriaki sopir truk sampah yang kebetulan melintas, dan berebut naik ke atas truk.

“Pulang dulu, ya. Besok ke sini lagi ya, kita berenang bareng,” kata mereka sambil melambaikan tangan dengan penuh keceriaan, sambil bergelantungan di sisi bak mobil. Miris, kolam yang berisi air sisa pengolahan tinja di tengah tempat pembuangan sampah, sudah seperti air sungai di tepi sawah bagi mereka. (*)

Baca juga Tak Muat Lagi, Sumur Instalasi Tinja di Bakung Bandar Lampung Sering Luber Waktu Hujan 

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Ironi Pembuat Tempe, Cuci Kedelai di Kali Belau Dialiri Limbah (1)

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kali Belau terlihat tenang. Airnya berwarna kehijauan. Sampah tersangkut di antara berbatuan. Selang-selang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *