Hingga Oktober 2017, Cakupan Peserta JKN-KIS Lampung Capai 55,9%


PENANDATANGANAN nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Pesawaran, Lampung Selatan, dan Tulangbawang Barat dengan BPJS Kesehatan Bandar Lampung, Kamis, 23/11/2017. | Humas Pemprov

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co– Cakupan peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Provinsi Lampung mencapai 55,9% hingga Oktober 2017 lalu. Hal tersebut disampaikan dalam pidato Gubernur M Ridho Ficardo, yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakat dan SDM Harun Al Rasyid, saat menghadiri penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Universal Health Coverage di Balai Keratun kompleks kantor gubernur Lampung, 23/11/2017.

Dalam rilis yang diterima duajurai.co, Jumat, 24/11/2017, MoU ditandatangani oleh Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Pesawaran, Lampung Selatan, dan Tulangbawang Barat, dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). “Kerja sama ini merupakan dukungan terhadap peta jalan program JKN KIS Universal Health Coverage, agar tercapai pada 1 Januari 2019,” kata Harun.

Meskipun sudah berjalan selama tiga tahun, pelaksanaan JKN KIS masih menemui beberapa masalah. Harun melanjutkan, perbaikan pelayanan terus dilakukan melalui peningkatan pelayanan kesehatan dan mendorong pemerintah daerah untuk memverifikasi, validasi, dan memperbarui data penduduk miskin. Selain itu, mendorong pihak swasta untuk mendaftarkan karyawannya serta mendorong pendaftaran pegawai honor yang belum masuk JKN-KIS.

Kepala BPJS Cabang Bandar Lampung Johana mengatakan, sinergi antara BPJS dan Pemda harus terjalin agar masyarakat terlindungi. “Ruang lingkup perjanjian kerja sama ini di antaranya meningkatkan cakupan kepesertaan, layanan kesehatan, dan peningkatan kolektibilitas iuran peserta JKN-KIS,” kata dia.(*)

Baca juga Masyarakat Keluhkan Pelayanan Buruk RSUDAM, Ini Kata Kadis Kesehatan Provinsi Lampung


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top