Hingga 26 November 2017, Manusia Purba Situs Sangiran Hadir di Mall Boemi Kedaton Bandar Lampung


Muhammad Hidayat (memegang mikrofon), Kasi pengembangan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran saat menjelaskan salah satu fosil yang dipamerkan di Mall Boemi Kedaton, Bandar Lampung. Pameran akan berlangsung hingga 26 November 2017 mendatang. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Replika manusia purba jenis Homo Erectus dari Situs Sangiran akan dipamerkan di Mall Boemi Kedaton, Bandar Lampung hingga 26 November 2017. Pameran merupakan rangkaian agenda yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran yang digelar di 5 kota di Sumatera. Lampung terpilih karena dinilai termasuk kota besar.

“Yang paling menarik perhatian adalah replika manusia purba jenis Homo Erectus. Itu rekonstruksi manusia purba berdasarkan temuan tengkorak dengan sampel S17, temuan tahun 1969,” kata Kasi Pengambangan Balai Pelestarian Situs Purba Sangiran Muhammad Hidayat saat diwawancarai Rabu, 22/11/2017.

Selain replika manusia purba, pameran juga mempertunjukkan benda-benda purbakala lainnya seperti tengkorak manusia, binatang, dan artefak-artefak. Menurut Hidayat, temuan-temuan tersebut tidak hanya dilakukan oleh arkeolog, tetapi juga warga di wilayah Sangiran. Bukti-bukti kehidupan purbakala dari masa 2,4 juta hingga 250 ribu tahun lalu tersebut, ditemukan dalam kuantitas dan kualitas prima.

Situs Sangiran sudah diakui oleh Unesco sebagai salah warisan dunia penting dan sebagai kunci pemahaman evolusi manusia. Situs Sangiran menyumbang 50% populasi temuan Homo Erectus di dunia dengan jumlah 80 temuan. “Sampai sekarang masih sering ada temuan-temuan dari masyarakat juga. Bahkan, dalam setahun bisa 1000 potong temuan, yang mayoritas adalah fosil hewan,” kata dia.

Hidayat menambahkan, pameran bertujuan menyebarluaskan informasi nilai penting situs Sangiran, serta memamerkan koleksi bukti-bukti kehidupan zaman purba. Pameran sengaja dihelat di mal untuk menarik perhatian generasi milenial. “Kami memang menyasar para remaja, anak sekolah. Sekarang remaja banyak yang suka ke mal, jadi kami adakan di mal agar lebih menarik minat mereka mengunjungi pameran purbakala ini,” katanya.

Tiga puluh item fosil tersebut pertama dipamerkan di Medan pada 18-22 Oktober lalu. Selain itu, pameran juga digelar di Pekanbaru, Jambi, dan Palembang. Pameran di Lampung menjadi penutup roadshow, dan akan berlangsung hingga 26 November 2017.(*)

Laporan Imelda Astari


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top