Pelatihan Wartawan Daerah, BI: Inflasi Indonesia 3 Tahun Terakhir Rendah


DEPUTI Gubernur BI Mirza Aditya mengisi materi dalam acara pelatihan wartawan daerah BI di Ballroom Sahid Hotel, Jakarta, kemarin. Dalam pemaparannya, Mirza menyatakan bahwa pertumbuhan inflasi selama tiga tahun terakhir termasuk rendah. | Fitri Wahyuningsih/duajurai.co

JAKARTA, duajurai.co – Bank Indonesia (BI) mencatat, pertumbuhan inflasi selama tiga tahun terakhir termasuk rendah. Hingga akhir tahun ini, inflasi diperkirakan mencapai 3-3,5%.

Hal tersebut disampaikan Deputi Gubernur BI Mirza Aditya saat mengisi materi dalam acara pelatihan wartawan daerah BI di Ballroom Sahid Hotel, Jakarta, kemarin. “Peningkatan inflasi 1% saja, akan menumbuhkan 120 ribu masyarakat miskin baru di Indonesia,” kata dia.

Dia mengatakan, dari 206 juta rekening, hanya 239 ribu yang memiliki balance di atas Rp2 Miliar. Rekening tersebut yang memiliki peran dalam memengaruhi pertumbuhan inflasi, yakni dengan jumlah deposit 55% dari dana perbankan, atau senilai Rp2,867 trilliun. “Jadi, kalau bunga kredit harus turun, bunga deposit harus turun, maka inflasi juga harus turun. Sebaliknya, jika inflasi naik bunga deposito juga harus naik, dan bunga kredit akan meningkat,” ujarnya.

Menurut Mirza, selain inflasi, nilai rupiah juga dipengaruhi jumlah devisa yang masuk ke Indonesia. Nilai rupiah bisa tercernin dari dua hal, yakni inflasi stabil dan rendah. “Pada 2016, kontribusi devisa Indonesia mencapai 11.3,” kata dia.(*)

Baca juga Termasuk Lampung, 580 Jurnalis se-Indonesia Ikuti Pelatihan Wartawan BI

Laporan Fitri Wahyuningsih


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Top